Keburu Tertangkap, Rencana Teroris Ledakkan Sejumlah Lokasi di Malam Takbiran, Gagal

by
Wakapolrerta Probolinggo, Kompol Djumadi, saat Hearing bersama Komisi 1 DPRD, Senin (28/5) sekitar pukul 20.30 WIB. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Markas Komando (Mako) Polres Probolinggo Kota, akan dibom tepat pada malam takbiran atau malam 1 Syawal. Tak hanya Mako, sejummlah Pos Pantau Lalu lintas, juga akan diledakkan. Hanya saja, rencana tersebut tidak kesampaian, mengingat pelakunya kedahuluan tertangkap. Termasuk dua terduga teroris yang akan melakukan amaliyah tersebut.

Rencana aksi penyerangan fasilitas milik Polresta tersebut diungkap Wakapolrerta, Kompol Djumadi, saat Hearing bersama komisi 1 DPRD, Senin (28/5) sekitar pukul 20.30 WIB. Di depan Disdikpora dan Kemenag yang ikut Rapat Dengar Pendapat (RDP) malam itu, Wakapolresta menyebut ada dua terduga teroris yang akan melakukan amaliyah dengan cara bom bunuh diri yakni berinisal A dan H. Namun, aksi teror yang hendak dilaksanakan pada malam takbir tersebut, gagal. Lantaran kedua pelaku sebagai eksekutor, keburu tertangkap.

Pelaku, menurut Kompol Djumadi, akan menabrakkan kendaraan roda empat yang dikendarai saat ekskusi. Kendaraan yang dimaksud sudah dipersiapkan dan disembunyikan di Jalan Citarum, Blok Kentangan, Kelurahan Curahgrinting Kecamatan Kanigaran. Di dalamnya, sudah ada sejumlah barang bukti, berupa tiga pedang, dua senapan kaliber 4,5 mm. Kendaraan tersebut, berhasil ditemukan dan sudah diamankan di Mapollresta Probolinggo. “Kendaraan itu yang akan digunakan meledakkan Mapolresta dan Pos Pantau,” tandasnya.

Untungnya, tambah Wakapolresta, bom meledak dulu di Surabaya, sehingga rencana yang sudah matang, gagal dilaksanakan. Kemudian, dampak dari aksi teror yang meledakkan tiga gereja, Mako Poltabes Surabaya, serta Rumah Susun di Sidoarjo tersebut, terduga teroris asal Perumahan Sumbertaman Indah (STI) ditangkap Densus 88.

“Seandanya tidak ada bom di Surabaya, mereka dipastikan mengebom Mako Polresta kita dan Pos Pantau. Ada lima terduga teroris yang sudah kami tangkap. Semuanya sudah ditetapkan tersangka,” pungkasnya.

Meski demikian, Pololresta saat ini tetap waspada dengan memasang portal di fasilitas dan kantor Polresta, Satpras, Mapolsek dan Pos Pantau Lalu lintas. Di tempat tersebut dipasangi portal dan penghalang, berupa tumpukan karung plastik yang berisi pasir dan koral. Tak hanya itu, sepanjang jaan di depan Mapolresta diberi penghalang Zig-zag untu menyulitkan pelaku penyerangan.

“Itu antisipasi kalau ada serangan. Dengan cara itu, minimal tidak ada petugas yang menjadi korban. Makanya kami minta maaf kepada masyarakat soal penutupan jalan di depan Mapolresta,” pungkas Kompol Djumadi. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *