Kapolresta Probolinggo Kunjungi Penderita Tumor, yang Suaminya Terserang Stroke

by
Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal, saat mengunjungi pasien yang bernama Dewi Astutik (50) di ruang Bougenvile RSUD setempat, Sabtu (7/4/2018). (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Penderita tumor ganas yang dirawat di RSUD dr Muhammad Saleh, Kota Probolinggo, bisa sedikit lega. Sebab, Polresta Probolinggo Kota bersedia mengupayakan operasi pengangkatan tumornya, dengan biaya BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

Niat baik itu, disampaikan Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal, Sabtu (7/4/2018) sekitar pukul 11.00 WIB usai mengunjungi pasien yang bernama Dewi Astutik (50) di ruang Bougenvile RSUD setempat. Kapolresta bersikap seperti itu, lantaran pasien yang terbaring di ruang isolasi tersebut tidak tercatat di BPJS, padahal ia tidak memiliki apa-apa alias miskin.

Sebelumnya, Sabtu siang itu, Kapolresta mengunjungi Bebun (58) suami Dewi Astutik, yang menderita stroke. Bebun tidak dirawat di RSUD, tetapi terbaring di rumah milik adiknya di Jalan Soekarno-Hatta, Gang Mangga, tepatnya di belakang SPBU Kelurahan Pilang. “Kami upayakan BPJS-nya. Kami akan berkoordinasi dangan pihak RSUD dan Pemkot,” tandasnya.

Selain mengupayakan keringanan biaya, Kapolresta juga memberi bantuan sembako yang disampaikan ke Bebun di rumahnya. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa kesulitan. “Kasihan mereka, enggak punya penghasilan. Dua-duanya sakit. Wajar kan, kami membantu kesulitannya,” tambahnya.

Sebelum meninggalkan RSUD, Kapolresta sempat bertemu dengan dr Indri, dokter jaga pada hari itu. Dari dokter perempuan tersebut, AKBP Alfian Nurrizal memperoleh penjelasan, kalau sebelumnya, yakni 19 Maret lalu, Dewi Astutik pernah dirawat di RSUD. Hasilnya, perempuan yang dikenal dengan nama panggilan Emi tersebut, dirujuk ke RSUD Saiful Anwar, Kota Malang.

Kepada sejumlah wartawan, dr Fitri menjelaskan, kalau pasien Emy belum diketahui penyakitnya. Hasil diagnosa penyakit Emy saat dirawat sebelumnya (9 Maret), hingga kini belum keluar. “Hasil diagnosenya belum keluar. Makanya, kami belum tahu penyakit pastinya. Apalagi, bukan kami yang menangani,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *