Kantongi Suket, 87 Warga Binaan Lapas IIB Probolinggo Akhirnya Bisa Nyoblos

by
Petugas saat melakukan perekaman bagi warga binaan yang belum memiliki E-KTP, di Lapas IIB Probolinggo. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Mendekati hari pencoblosan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Probolinggo, melakukan pengecekan KTP ke warga binaan Lapas kelas II B Probolinggo, Senin (25/6/2018) pagi. Hasilnya, ada 87 narapidana (Napi) termasuk tahanan titipan yang belum memiliki KTP Elektronik alias KTP-El atau E-KTP.

Agar hak pilihnya tidak hilang, mereka kemudian didata untuk diberi surtat keterangan (Suket). Petugas yang dibawa Dispendukcapil, kemudian melakukan perekaman terhadap mereka. Dengan mengantongi Suket yang dikeluarkan Dispendukcapil, diharapkan para napi dan tahanan, melaksanakan hak pilihnya pada Pilkada serentak 27 Juni 2018 nanti.

Harapan tersebut disampaikan Kepala Dispendukcapil, Tartib Goenawan. Selain kewajiban, pihaknya melakukan perekaman di Lapas, sesuai surat Dirjen Dukcapil Nomor 270/10/405/dukcapil/21juni 2018. Menurutnya, perekaman dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

“Tidak hanya Kota Probolinggo yang melakukan perekaman,. Kota atau Kabupaten lain seluruh Indonesia, juga melakukan hal yang sama.,” tandasnya.

Hanya saja, menurutnya, Kota atau Kabupaten yang melaksanakan Pilkada serentak saja yang melaksanakan perekaman. Sedang yang tidak melaksanakan, tidak perlu. Disebutkan, salah satu isi surat Dirjen Dispendukcapil, perekaman warga binaan dimulai tanggal 21 Juni lalu sampai pada saat pencoblosan.

“Kalau tidak selesai hari ini, kami lanjutkan besok. Masih ada waktu sampai hari pencoblosan. Tapi saya target hari ini selesai,” sebutnya.

Ditambahkan, mereka yang direkam adalah warga yang memegang KTP Kota Probolinggo. Sedang yang bukan warga Kota, ada petugas lain yang merekam. Misalnya warga Kabupaten Probolinggo, maka yang melakukan perekaman, petugas Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo.

“Semua daerah melakukan perekaman kok. Termasuk di Lapas sini ada petugas Dispendukcapil dari Kabupaten Probolinggo,” tandasnya.

Dijelaskan, dari 87 warga binaan Kota yang ada di Lapas, sebanyak 57 yang sudah memiliki KTP, 6 napi yang tidak memiliki identitas, sedang sisanya memiliki KTP, tapi masih bukan KTP-El. Menurutnya, seluruh warga binaan asal Kota Probolinggo administrasi kependudukannya, sudah tidak ada masalah. Mereka siap melaksanakan hak pilihnya pada 27 Juni nanti. “Sudah beres semuanya tadi,” tambahnya.

Hanya saja, surat perekaman (Suket) atau data kependudukan warga binaan tidak diserahkan ke yang bersangkutan. Tetapi oleh Dispendukcapil diserahkan ke Lapas. Pihak Lapas-lah yang nantinya akan menyerahkan ke KPU.

“Tugas kami hanya melakukan perekaman, agar hak warga binaan tidak hilang. Mereka sudah bisa melakukan hak pilihnya,” tambah pria yang akrab disapa Tartib tersebut. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *