Jumlah Caleg yang Boleh Mendaftar Belum Diketahui, Ini Kata KPU Kota Probolinggo

by
Ketua KPU setempat Ahmad Hudri, saat Sosialisasi Penetapan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD, Senin (7/5/2018) siang. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Kuota kursi di DPRD Kota Probolinggo dan jumlah kursi di setiap Daerah Pemilihan (Dapil) sudah diketahui. Namun, jumlah Calon Legislatif (Caleg) yang boleh mendaftar di KPU setempat, belum diketahui. Mengingat, aturan kuota atau batasan jumlah caleg setiap partai, belum ada.

Hal tersebut disampaikan ketua KPU Ahmad Hudri, Minggu (10/9/2018) siang, saat dihubungi selulernya. Menurutnya, KPU Kota Probolinggo belum tahu berapa jumlah minimal dan maksimal caleg, yang boleh mendaftar di KPU. Sebab, aturan tentang hal tersebut belum ada. “Kami belum bisa menentukan. Ya, karena aturannya masih belum ada. Semuanya, seluruh Indonesia,” jawabnya.

Saat ditanya, jumlah caleg yang bertarung di Pemilu sebelumnya, Hudri mengaku tidak ingat. Namun menurutnya, paling tidak jumlah maksimal caleg di setiap dapil dua kali lipat kuota kursi. Jika misalnya di dapil 2 Kademangan dan Kedopok jatah kursi di DPRD 10, maka jumlah caleg yang ikut bertarung dalam pileg, maksimal 20 caleg setiap parpol. “Kayaknya seperti itu. Tapi saya juga belum tahu. Itu hanya contoh saja,” tandasnya.

Ia berharap, KPU RI segera menerbitkan aturan jumlah caleg yang akan bertarung di Pileg 2019 nanti. Hudri sendiri mengaku tidak tahu, kapan Peraturan KPU (P-KPU) yang mengatur jumlah caleg, turun. Namun menurutnya, ia bersama komisioner lainnya pada tanggal 24 hingga 25 Mei mendatang diundang nomtek di Kota Bogor, Jawa Barat. “Kemungkimnan salah satu yang dibicarakan, tentang caleg,” tambahnya.

Saat disinggung tentang perolehan suara caleg yang jumlahnya sama. Hudri mengatakan, yang dilihat dulu adalah sebaran pemilih. Jika seberannya lebih meluas dan merata, maka caleg itulah yang akan duduk di kursi DPRD. Kalau seumpama, ada dua caleg yang sebarannya sama, maka dipilihlah caleg perempuan.

“Mekanismenya seperti itu. Itu mekanisme pileg sebelumnya. Mungkin pileg yang sekarang, tidak jauh berbeda. Karena P-KPU yang mengatur itu, belum turun,” ungkap Hudri.

Hanya saja, Hudri yakin hal tersebut tidak akan terjadi. Menurutnya, jumlah suara caleg sama di wilayahnya tidak pernah terjadi.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kota Probolinggo, Audi Firmana menyebut, sudah mempersiapkan caleg yang akan bertarung di Pileg 2019 nanti. Hanya saja, ia tidak menyebut nama satu per satu calegnya. “Sudah kami persiapkan. Tinggal mendaftar. Soal target per dapil ya, 50 persenlah caleg kita yang jadi,” tandasnya.

Tentang jumlahnya, Audi mengatakan, sama persis dengan jumlah kursi yang diperebutkan. Jika kuota DPRD 30 kursi, maka pihaknya akan menyediakan 30 caleg yang tersebar di tiga dapil. Jika dapil 1 Kecamatan Kanigaran dan Wonoasih jumlah kursi yang diperebutkan 12, maka caleg Golkar hanya 12 orang. Begitu juga dengan dapil 2 Kecamatan Kedopok dan Kademangan 10 Caleg, dan dapil 3 Kecamatan Mayangan 8 Caleg. “Enggak usah banyak-banyak. Caleg kami jumlahnya sesuai kursi yang diperebutkan di masing-masing dapil,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *