Jualan Jamu Oplosan Miras, Warga Sidoarjo Diringkus Polisi

by
Polisi saat merilis tersangka beserta barang bukti yang diamankan, di Polres Sidoarjo.

SIDOARJO, FaktaNusantara.com – Ponadi (50), warga Perumahan Griyo Mapan Sentosa, Desa Tambak Sawah, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diamankan petugas dari Satreskrim Polres setempat.

Dirinya ditangkap korps berseragam coklat, lantaran karena mengedarkan dan menjual jamu oplosan yang sudah menjadi Miras beralkohol tinggi. Minuman ini dikemas dalam botol bekas minuman air mineral kemasan 600 ml dan 1500 ml.

“Tersangka meracik atau mengoplos jamu yang berbahan dasar Arak, dengan dioplos serta dicampur dengan tangkur buaya. Ramuan ini komposisinya tidak aturan, tidak memenuhi standar dan tak berizin, yang bisa membahayakan kesehatan,” kata Kompol Muhammad Harris, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, saat gelar perkara di Mapolresta Sidoarjo, Selasa (5/6/2018).

Dari pengakuannya, lanjutnya Kompol Harris, tersangka sudah memproduksi dan menjual jamu tersebut selama dua tahun. Dan ramuan jamu yang diproduksi pelaku ini, dijual dengan 2 model kemasan, yakni kemasan 600 ml seharga Rp 30 ribu, dan kemasan 1.500 ml dijual dengan harga Rp 70 ribu.

“Dari penjualan jamu oplosan terseut, omzet pelaku setiap minggunya bisa mencapai Rp 10 juta lebih. Ini dari pengakuanya, jika penjualan jamunya, bisa mencapai Rp 21 juta dalam 2 minggu,” ungkap Kompol Harris.

Tersangka juga mengaku, jika tangkur buaya itu dibelinya di Gresik. Pengunaannya dengan cara dicelupkan pada campuran Miras dan jamu tersebut. “Setelah jadi, baru dipasarkan,” sambungnya.

Kini, tersangka harus mendekam di Polres Sidoarjo guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tersangka akan dijerat dengan pasal 197 UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. “Ancamannya, hukuman penjara 15 tahun penjara,” pungkas Kompol M Harris. (irw/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *