IP4T Desa Purworejo Hampir Selesai, Pembangunan Tiap Tahun Meningkat

by
Kepala Desa (Kades) Purworejo, Bambang Sumitro. (FOTO: S.RUD)

MADIUN, FaktaNusantara.com – Kebutuhan terhadap tanah selalu mengalami peningkatan. Tidak hanya di perkotaan, tetapi di desa pelosok wilayah Indonesia, bahkan kawasan wilayah hutan. IP4T (inventarisasi, pemilikan, pengunaan dan pemanfaatan tanah) di Desa Purworejo Kecamatan Pilang Kenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, sudah hampir rampung, yakni mencapai 70 persen.

Kepala Desa (Kades) Purworejo, Bambang Sumitro mengungkapkan, program ini merupakan salah satu program dari Kantor Pertanahan. Numun, program ini bukan seperti Larasita dan Prona yang biasa menghasilkan produk sertifikat tanah. Melainkan program ini hanya merupakan pintu masuk untuk kedua program tadi.

“Dari program ini, sebidang tanah akan menjadi tercatat dan diakui penggunaanya oleh Kantor Pertanahan, walaupun hanya sekedar peta bidang tanah yang terselip dalam peta besar,” ujar Bambang Sumitro, di ruang kerjanya, Selasa (8/4/2018).

Untuk Desa Purworejo, lanjutnya, sudah terlaksana 70 persen. Hanya tanah sawah yang belum. “Tanggapan program IP4T bisa konsultasi dengan lembaga karena ini merupakan program nasional. Masyarakat sangat antusias karena mengetahui status tanah,” ungkap Bambang Sumitro.

Adapun kategori tanah di Desa Purworejo, yakni K1 artinya belum sertifikat dan siap disertipikat lewat PTSL. K2 adalah sengketa, K3 tanah tidak jelas atau tidak ada pemiliknya, dan K4 tanah yang sudah bersitifikat.

“Untuk kategori K4 ada 1.128 bidang tanah bersetifikat. Sedangkan yang siap program PTSL kurang lebih 500 bidang tanah, dan K2 hanya 3 bidang tanah,” rinci Bambang Sumitro.

Selain itu, lanjutnya, untuk Dana Desa (DD), yang pertama 20 persen digunakan untuk pemberdayaan, pembinaan kegiatan PKK, pembinaan kegiatan posyandu, pembinaan kegiatan LPKMD.

“Sedangkan ADD tahap pertama untuk tunjangan Siltap Pemerintah Desa, BPD dan RT, untuk mengoptimalkan kinerja. Ada juga untuk modal BUMDes Toserba yang sudah berjalan 2 tahun,” ungkap Kades.

Pihaknya mengaku, desa yang dipimpinnya ini memetik manfaat dari adanya DD. “Bermanfaat sekali bagi kami. Semoga program ini tiap tahun dananya tambah, untuk peningkatan ekonomi masyarakat maupun infrastruktur. Karena 30 persen untuk padat karya tunai. Dengan begitu, pengganguran yang ada disini dilibatkan semua untuk mendapatkan penghasilan,” terang Bambang Sumitro. (s.rud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *