Hasil Razia Sehari, Ribuan Miras Dimusnahkan di Polresta Probolinggo

by
Proses pemusnahan ribuan miras dipimpin Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal. Selain itu, 7 tersangka juga diamankan, Kamis (12/4/2018). (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Sebanyak 2.210 botol berbagai jenis dan merk serta ukuran, dimusnahkan Polres Probolinggo Kota, Kamis (12/4) sekitar pukul 09.00 WIB. Minuman beralkohol (Minol) dan arak tersebut dimusnahkan, sebagai bentuk perang terhadap minuman keras (Miras). Miras dan arak yang dimusnahkan hasil operasi yang dilakukan Polresta pada Rabu (11/4/2018) sore hingga malam.

Selain mengamankan ribuan botol minol, miras, dan arak, Polresta juga mengamankan 7 tersangka terdiri 3 penjual dan 4 peminum. Mereka diamankan dari tempat yang biasa dijadikan menenggak miras di lokasi yang berbeda.

Ribuan botol minol dan arak yang dimusnahkan terdiri, 634 botol anggur merah cap orang tua, 326 botol bir bintang, 192 botol amnggur kolesom, 828 botol arak, 12 botol bir merk wantong, 56 botol vodka, 47 prosst beer dan 25 botol topi miring.

Pemusnahan ribuan minuman haram tersebut, tidak dilakukan sendiri oleh Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal. Tetapi juga dilakukan dan disaksikan PN (Pengadilan Negeri), Kejaksaan, Walikota, Ketua DPRD dan MUI, Kemenag dan Kodim 0820. Mereka bersama-sama memecahkan botol miras dan membuang isinya ke dalam tong berukuran besar. Sementara arak yang dikemas di botol plastik bekas minuman mineral, dibuka tutupnya dan isinya ditumpahkan atau dibuang ke tong yang sama.

Usai pemusnahan, AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, ribuan botol miras dan arak yang dimusnahkan merupakan hasil operasi satu hari, yakni Rabu (11/4) sore hingga malam. Tak hanya Satreskrim, Sabhara, Satresnarkoba yang melakukan operasi, jajaran lima Polsek yang ada di wilayahnya, juga ikut melakukan razia. “Hasil operasi satu hari. Jajaran polsek juga ikut razia di wilayah masing-masing,” tandasnya.

Kapolresta menyebut, tak hanya miras saja yang diamankan, petugas juga mengamankan 7 tersangka terdiri 4 peminum dan 3 penjual. Mereka diamankan di tempat berbeda dan di waktu yang hampir bersamaan. Kasus ketujuh tersangka tersebut akan dilimpahkan Pengadilan.

“Kami berharap, Pengadilan menjatuhkan vonis seberat-beratnya, sesuai hukum. Untuk memberi efek jera dan peredaran miras dan arak di wilayah kami, menurun. Bahkan, kalau bisa, habis,” tandasnya.

Ditambahkan, pihaknya akan terus memantau peredaran miras dan terus melakukan operasi. Mengingat, saat ini darurat narkoba dan miras. Puluhan pemuda di sejumlah kota besar meninggal, setelah menenggak miras oplosan. Perang terhadap peredaran miras, lanjut Kapolresta sesuai perintah Wakapolri.

“Kami akan terus melakukan razia miras. Ya untuk mengantisipasi, agar tidak jatuh korban meninggal seperti yang terjadi di Jakarta dan Bandung,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD setempat, Agus Rudiyanto Ghofur mengapresiasi operasi besar-besaran yang dilakukan Polresta. Sebab, saat ini pemerintah pusat telah memberlakukan darurat narkoba dan pemerintah daerah harus mendukung kebijakan pusat tersebut.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot untuk membahas Perda tentang narkoba yang sudah ada. Jika disetujui, pihaknya akan mengusulkan sanksi yang ada di Perda, dipertegas dan diperjelas. “Kalau perlu hukuman dan dendanya diperberat. Untuk membuat jera para pelakunya,” katanya singkat. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *