Harkitnas 2018, Bupati Madiun Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Media Sosial

by
Bupati Madiun, H Muhtarom, saat memberikan sambutannya dalam upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2018. (FOTO: S.RUD)

MADIUN, FaktaNusantara.com – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110 yang diikuti Wakil Bupati Madiun, Sekretaris Daerah (Sekda) Madiun, Staf Ahli dan Asisten, pimpinan OPD dan Camat se-Kabupten Madiun, dimanfaatkan Bupati Madiun untuk mengingatkan masyarakat, agar bijak dalam mengunakan media sosial (Medsos) sebagai makna kebangkitan teknologi informasi dan komunikasi.

Bupati Madiun H Muhtarom S.Sos dalam sambutannya mengatakan, ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan, lebih dari seabad itu, kita nyaris tak punya apa-apa. Bangsa ini hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa.

Namun, sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja telah cukup, asalkan kita bersatu dalam cita-cita yang sama, yakni kemerdekaan bangsa. Bersatu adalah kunci ketika kita ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia. Namun pada saat yang sama, tantangan yang mahakuat menghadang di depan.

“Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal usul, Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama, bahwa bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan,” ucapnya.

Dikatakannya, Presiden pertama dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Ir Soekarno pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 1952 mengatakan, bahwa pada hari itu kita mulai memasuki satu cara baru untuk melaksanakan satu ide, satu naluri pokok dari pada bangsa Indonesia. Naluri pokok ingin merdeka, naluri pokok ingin hidup berharkat sebagai bangsa. Cara baru itu ialah cara mengejar sesuatu maksud dengan alat organisasi politik, cara berjuang dengan perserikatan dan perhimpunan politik, cara berjuang dengan tenaga persatuan.

“Kalau sekarang, bangsa ini hampir punya segala yang dibutuhkan. Seharusnya, kita terinpirasi bahwa dengan kondisi embrio bangsa seabad yang berada dalam rundungan kepapaan pun, kita telah mampu menghasilkan energi yang dahsyat untuk membawa kepada kejayaan. Apalagi kini, ketika kita jauh lebih siap, tak berkekurangan dalam sumber daya alam dan sumber daya manusia,” terang Bupati Muhtarom.

Ia menambahkan, butir kelima dari Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berisi visi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, pada tahun ini, visi tersebut mendapatkan penekanan lebih melalui amanat Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada tahun 2019. Melanjutkan percepatan pembangunan insfrastruktur yang menjadi fokus pada tahun-tahun sebelumnya melalui pembangunan manusia yang terampil dan terdidik. Pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi dan secara simultan meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya.

“Sebab itu, tema pembangunan sumber daya manusia memperkuat pondasi kebangkitan nasional Indonesia dalam era digital. Dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2018 ini, harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri,” ucap Muhtarom.

Dikatakan pula, menurut perhitungan para ahli, sekitar dua tahun lagi kita akan memasuki sebuah era keemasan dalam konsep kependudukan, yaitu bonus demografi, bonus demokrasi menyuguhkan potensi keuntungan bagi bangsa karena proporsi penduduk usia produktif lebih tinggi dibanding penduduk usia non produktif.

Sebab itu, Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan, selalu mendorong dunia pendidikan, bekerjasama dengan industri dan bisnis, untuk mencari terobosan-terobosan baru dalam pendidikan vokasi, jurusan-jurusan baru, baik di tingkat pendidikan tinggi maupun tingkat menengah, yang berkaitan dengan keahlian dan ilmu terapan, dan harus selalu diciptakan untuk memasok industri akan tenaga terampil yang siap kerja.

Generasi bonus demokrafi yang kebetulan juga beririsan dengan generasi millenial pada saat yang sama juga terpapar oleh massifnya perkembangan teknologi, terutama teknologi digital. Digitalisasi di berbagai bidang ini, juga membuka jendela peluang dan ancaman yang sama. Ia akan menjadi ancaman, jika hanya pasif menjadi pengguna pasar. Namun, akan menjadi berkah yang menentukan lansekap ekonomi berbasis digital dunia.

“Alhamdulillah, kita mencatat bahwa sedikit anak muda kreatif yang mampu menaklukkan gelombang digitalisasi dengan cara mencari berkah di dalamnya. Internet, media sosial, situs web, layanan multimedia, aplikasi ponsel, mereka jadikan ladang baru buat berkarya, dan pasar yang menjanjikan bagi kreatifitas. Banyak kreator konten dan pengembang aplikasi Indonesia yang mendunia, mendapatkan apresiasi baik material maupun non material,” ungkap Bupati Madiun Muhtarom.

Karenanya, pihaknya mengajak untuk bersama-sama menjauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah belah dan konten-konten negatif. Agar anak-anak bangsa bebas berkreasi bersilahturahmi, berekspresi dan mendapatkan manfaat darinya. Tidak ada pihak yang tanggung jawabnya lebih besar daripada yang lain untuk hal ini.

“Dulu kita bisa, dengan keterbatasan akses pengetahuan dan informasi dengan keterbatasan teknologi untuk komunikasi, berhimpun dan menyatukan pikiran untuk perjuangan kedaulatan bangsa. Seharusnya sekarang kita juga bisa, sepikul berdua, menjaga dunia serba digital ini, agar menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus kita,” pungkas Bupati Muhtarom. (s.rud/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *