Harga Beras Meroket, Warga di Madiun Mulai Resah

by

MADIUN, FaktaNusantara.com – Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Madiun mulai tak wajar. Di awal tahun 2018 ini, harga pangan pokok ini meroket cukup tinggi. Sontak saja, kenaikan harga beras membuat masyarakat mulai resah.

Menurut mereka, kenaikan beras kali ini sudah sangat tak wajar dan membuat bingung. Mereka pun meminta agar pemerintah segera turun tangan menyikapi kondisi tersebut. “Harga beras saat ini membuat kami shok. Tentu kami harap pemerintah segera turun tangan,” ujar Bundari (53) warga Mejayan, Kabupaten Madiun, Minggu (14/1/2018).

Ibu mempunyai lima anak ini pun bertanya-tanya kapan kondisi seperti ini berakhir, mengingat kenaikan harga bahan pangan ini telah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Jika harga beras naik, tak menutup kemungkinan bakal terjadi efek domino yang memicu kenaikan bahan pokok lain.

“Dengan naiknya harga beras, kami khawatir terjadi kenaikan harga pada lainnya. Makanya kami berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga,” seloroh dia.

Sementara Sadikem (57), salah satu pedagang beras di Pasar Mejayan membenarkan adanya kenaikan harga beras. Sampai saat ini, pihaknya tak tahu persis apa penyebab hingga terjadi kenaikan bahan pangan itu. Saat ini, harga beras mengalami kenaikan di level tertinggi penjualannya di awal tahun 2018

Harga untuk beras berkualitas sangat rendah sebsar Rp 9.500 per kilogram. Padahal sebelumnya Rp 7.500 per kilogram. “Sedangkan beras kualitas super harganya Rp 12.500 per kilogram, yang sebelumnya Rp 10.500 per kilogram,” papar Sadikem. (s.rud/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *