Gepeng di Mejayan Madiun, Masih Saja Berdatangan

by
Gepeng yang tertidur di emperan toko, yang berlokasi di Jalan Sudirman, Mejayan, Kabupaten Madiun. (FOTO: S.RUD)

MADIUN, FaktaNusantara.com – Sulitnya lapangan kerja dan himpitan ekonomi, membuat orang menggantung hidupnya dengan cara meminta-minta. Tak hanya itu, ia pun memilih hidup menggeladang, sebab tunawisma.

Sebagai kota kecil, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, juga terdampak. Penyebaran gelandangan dan pengemis (gepeng) di kabupaten ini, terbilang cukup signifikan. Betapa tidak, di sejumlah sudut rambu lalu lintas, dan emperan toko di Kota Mejayan ini, bertebarang gepeng yang tak sedikit jumlahnya.

Upaya pemerintah dalam menertibkan para gepeng, termasuk menyediakan panti sosial, tampaknya masih belum mampu mengatasi problem sosial ini.

Pantauan FaktaNusantara.com pada Jumat (27/4/2018) malam, gepeng dengan berbagai usia, tampak tertidur di emperan toko yang berada di Jalan Sudirman, Mejayan. Rupanya, kondisi ini terjadi saban hari di malam hari.

Salah satu pemilik toko yang emperannya menjadi alas tidur gepeng, mengaku cukup resah dengan keberadaan mereka. Meski begitu, ia tidak khawatir jika gepeng tersebut akan berbuat jahil di tokonya. Hanya saja, gepeng tersebut dipastikan meninggalkan sampah.

“Kita tidak khawatir, karena dia tak akan berbuat jahil di toko. Namun, kita nggak nyaman saja, karena kalau mau keluar ada orang tidur. Terganggu juga sih. Apalagi setiap makan malam, buang sampahnya sembarangan, dan sampahnya tidak dibersihkan,” ungkapnya. (s.rud/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *