Gelar Kontes, Cara Komunitas ini Menumbuhkan Budidaya Ikan Cupang

by
Tim juri saat melakukan penilaian ikan cupang yang ikut berpartisipasi kontes. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Setelah sempat tenggelam, penghobi ikan cupang mencoba membangkitkan kembali ikan aduan tersebut. Salah satu cara yang digagas Komunitas Penghobi Ikan Cupang atau Probolinggo Betta Community (PBC), menggelar kontes hias. Kontes berlangsung di Cafe Teras, Jalan Diponegoro atau belakang kantor PLN Kota Probolinggo, Minggu (1/7/2018).

Meski masih bersifat lokal, ada 72 ikan cupang berbagai jenis turut meramaikan kontes keindahan tersebut. Pemilik dari ikan yang ikut kontes keindahan warna itu belasan orang. Karena penghobi ikan cupang di Kota Probolinggo, masih sekitar 12 orang yang tergabung dalam PBC. Diperkirakan, masih ada penghobi cupang yang belum bergabung di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo.

Salah satu panitia kontes, Yohan Sugianto mengatakan, akan terus mengadakan dan mengikuti kontes di luar daerah. Pihaknya akan mengikuti kontes Cupang di Bali bulan depan. Dalam kesempatan itu, penghobi sekaligus pembudidaya cupang ini mangaku, baru pertama kali menyelenggarakan kontes. Untuk sementara pesertanya lokal, mengingat belum berpengalaman.

“Ini sebagai pembelajaran saja. Sekaligus ajang silaturahim antar pecinta cupang,” tandasnya.

Selain pesertanya lokal, pihaknya mendatangkan penghobi cupang yang sudah berpengalaman dari Surabaya dan Malang. Hanya saja, mereka tidak ikut kontes, tetapi memberi semangat dan menularkan pengalaman dan ilmunya. Sementara untuk tim jurinya, PBC mendatangkan dari Malang dan Pandaan, Kota Pasuruan. Dua orang tersebut, juri terakreditasi dan namanya sudah tercatat di kancah nasional.

“Tim juri sudah terverifikasi. Jadi kemampuannya menilai soal cupang, tidak perlu diragukan,” tandasnya.

Menurutnya, cupang yang dikonteskan dikelompokkan berbagai jenis. Namun, karena masih taraf belajar, pengelompokannya terbatas alias tidak lengkap. Untuk kontes Minggu itu, cupang yang dipertandingkan dikelompokkan menjadi, Crowntail, Halfmoon, Plakat, Giant dan Baby dan terang-gelap. Masing-masing kelompok pemenangnya, juara 1 , 2 dan 3 dan hadiahnya toidak terlalu besar.

“Pesertanya tidak begitu berharap hadiah. Yang penting berpartisipasi dalam lomba,” tambahnya.

Selain sebagai modal pengalaman, pihaknya menyelenggarakan kontes, sebagai ajang memompa semangata anggota PBC. Harapan lain, agar masyarakat Kota Probolinggo mengetahui kalau di Kotanya ada penghobi cupang serta ada komunitasnya.

“Kontes ini dalam rangka memompa dan menambah jumlah penghobi cupang. Kalau perlu membudidayakan. Untuk menambah penghasilan. Daripada waktu luang percuma,” tandasnya.

Dan dirinya telah melakukan hal tersebut. Di rumah tinggalnya timur Klenteng Tri Dharma, Yohan membudidayakan atau beternak cupang. Ia sudah lama mengais rezeki dari bisnis ternak ikan yang awalnya diadu tersebut. Pasarnya, tidak usah khawatir, menurutnya masih terbuka luas. Hanya saja, ia tidak menyebut harga per ekornya. Yang jelas, harga ikan cupang tidak ada patokan, tetapi berdasarkan kesenangan dan kecocokan.

Bahkan, setelah menang dalam kontes, harga cupang yang awalnya tak sampai seratus ribu, bisa laku hingga jutaan, bahkan belasan juta. Yohan menyebut, pemenang kontes Jawa Timur, ditawar dan laku sekitar Rp 7 juta. Sedang pemenang kontes nasional ada yang dibeli sampai Rp 15 juta.

“Bisnis yang saya geluti ini, tidak merugikan. Tapi butuh kesabaran, karena cupang bukan komoditas umum. Peminatnya hanya penghobi saja. Kalau dulu ikan cupang diadu. Sekarang tidak, tapi kontes keindahan,” tukas Yohan.

Salah satu tim Juri kontes, Syamsul Fajar mengungkapkan, penilaian ikan Cupang dilihat dari beberapa kriteria. Diantaranya, bentuk badan, warna, keindahan sirip bawah dan sirip atas serta ekornya.

“Untuk bentuk badan dilihat dari kesesuaian panjang dan lebar ikan. Untuk warna, kami nilai warna yang paling baik, menarik, dan beda dengan warna peserta lain. Ada kombinasi warna,” tandasnya singkat. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *