Gelar HBH dan Santunan Anak Yatim, PSHW TM Serukan Jaga Kerukunan dan Keutuhan NKRI

by
Ketua Umum (Pengasuh) PSHW TM, H RDH Agus Wiyono Santoso, beserta Muspika Saradan, Kabupaten Madiun. (FOTO: S.RUD)

MADIUN, FaktaNusantara.com – Ribuan anggota pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW TM) menghadiri kegiatan Halal bi Halal (HB), sekaligus Santunan Anak Yatim di lapangan Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu (8/7/2018).

Selain dipadati ribuan Anggota PSHW TM, kegiatan yang dipusatkan di Desa Tulung ini, juga dihadiri Muspika Kecamatan Saradan, Kapolsek, Danramil, Paguyuban Pencak Silat yakni Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Ikatan Kera Sakti Putra Indonesia (IKS PI), Pagar Nusa, Persati.

“Kami mengundang seluruh ranting Saradan dan sub rantingnya. Sekitar 1000 orang lebih. Namun, yang datang luar biasa, tumplek blek di sini. Semua datang dan antusias hadir di acara Halal bi Halal tahun ini,” ujar Pakde Kemis, sapaan akrab Suparlan, Ketua Korlap.

Menurutnya, acara HBH tahun ini tergolong ramai, karena juga mengundang paguyuban pencak silat, dan tokoh masyarakat. “Kegiatan ini bertujuan, untuk sama-sama berkomitmen menjaga NKRI. Ya sekaligus memberi santunan anak yatim,” ujar Suparlan.

Ketua Sub Ranting Tulung, Budi atau Jiono menambahkan, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antar saudara Anggota PSHW TM. Juga antar perguruan paguyuban pencak silat lainnya, “Dari kegiatan ini, diharapkan kita sama-sama menjaga kerukunan, dan damai setiap tahunnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum atau Pengasuh Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW TM) Madiun, Agus Wiyono Santoso mengatakan, melalui kesempatan ini, pihaknya menghimbau, agar PSHW TM senantiasa menjaga NKRI, menerapkan ajaran Persaudaraan Setia Hati yang diajarkan.

“Sebagai pesilat yang baik, kita harus senantiasa bertakwa kepada Tuhan YME. Menjaga keamanan, serta melestarikan ajaran Setia Hati. Hal lain yang tak kalah penting adalah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dimulai pada wilayah masing-masing anggota. Untuk itu, kami menghimbau agar tidak melakukan tindakan anarkis dan menjaga ketertiban umum,” ujar Agus Wiyono Santoso, Pengasuh PSHW TM.

Kapolsek Saradan AKP Sujarwanto dalam sambutannya, mengajak semua warga PSHW TM untuk turut menjaga kerukunan antar perguruan dan menjadi pelopor pemersatu bangsa.

“Jadikanlah PSHW TM ini sebagai wadah pemersatu bangsa,” seru Kapolsek Saradan Sujarwanto.

Selain menyaring anak yatim, kegiatan HBH tersebut juga dimeriahkan peragaan seni pencak silat PSHW TM, hiburan elekton, dan bersalam-salaman saling memaafkan oleh seluruh anggota. (s.rud/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *