Forkopimda dan Elemen Masyarakat di Kota Probolinggo, Kecam Keras Aksi Terorisme

by
Forum Komunikasi Antar Beragama (FKUB), MUI, Katholik, dan seluruh komponen masyarakat Kota Probolinggo, termasuk Polres Probolinggo Kota (Polresta) serta Kodim 0820, mendeklarasikan pernyataan sikap. Minggu (13/5/2018). (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB), MUI, Katholik, dan seluruh komponen masyarakat Kota Probolinggo, termasuk Polres Probolinggo Kota (Polresta) serta Kodim 0820, mendeklarasikan pernyataan sikap. Deklarasi yang isinya mengecam dan mengutuk keras aksi teroris tersebut berlangsung, Minggu (13/5) siang di Makodim 0820.

Dekarasi dibacakan oleh Abdul Halim ketua FKUB, diikuti Dandim 0820 Letkol Rio Saransi, Polres Probolinggo kota yang diwakili Wakapolresta Kompol Djumadi, MUI yang diwakilkan Sekretarisnya Dawam Iksan, dan Pastur Kepala Gereja Katolik Romo Hugo.

Ada lima poin pentying yang dibacakan di depan makodim tersebut. Diantaranya, ikut berbelasungkawa atau turut berduka cita yang sedalam-dalamnya terhadap para korban serangan bom oleh teroris di sejumlah gereja di Surabaya. Baik 10 korban yang meninggal dan 40-an korban luka yang dirawat di Rumah sakit.

Kedua, mendukung pelaksanaan ibadah semua agaman dan kepercayaan khususnya di Probolinggo. Mengajak seluruh umat beragama untuk tetap bersatu dan tidak terpancing upaya adu domba antar agama. Serta mempercayakan penanganan teroris kepada aparat kemanan. Mengutuk keras serangan teror bom terhadap beberapa gereja di Surabaya. Terakhir, meminta agar masayrakat bersatu untuk menolak terorisme. Karena terorisme, musuh bangsa, negara dan musuh semua agama serta musuh seluruh umat.

Sebelum pembacaan deklarasi, Dandim 0820 Letkol Rio Saransi mengutuk keras aksi pengeboman gereja yang dilakukan oleh teroris. Secara pribadi dan institusi, pihaknya siap membatu kepolisan, mengamankan segala bentuk hanguan dan ancaman kamtibmas, termasuk aksi teror. “Sesuai tugas kami. Kami siap mendukung dan mendukung Polresta dan Polres. Kami tidak ingin, kejadian seperti di Surabaya, terjadi di sini,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia minta agar masyarakat tak menyebarkan foto ataupun video tragedi pengeboman di Surabaya. Meski foto dan video yang dimaksud sudah menyebar di Medsos dan masyarakat. Himbauan itu dilaksanakan, sebagai upaya menolak aksi terorisme. Sebab, jika foto dan video tersebar, para pelaku senang, karena upaya menciptakan rasa ketakutan ke masyarakat, berhasil. “Tujuan teroris kan seperti itu. Mereka menciptakan warga ketakutan,” tandasnya.

Wakapolresta Kompol Djumadi, sepakat apa yang dikatakan Dandim. Ia meminta dukungan masyarakat. Jika ada informasi sekecil apapun untuk segera dilaporkan. Dengan adanya laporan, petugas bisa menindaklanjuti laporan tersebut. Mengingat, jumlah aparat Polresta, terbatas.

“Kita berharap masayrakat mendukung dan membantu kami. Informasi sekecil apapun, disampaikan di laporkan ke kami. Kalau ada sesuatu yang dicurigai, laporkan saja, kami siap menindaklanjuti,” harapnya.

Ketua FKBU Abdul Halim, Sekertaris MUI, Dawan Iksan mengecam dan mengutuk keras aksi teroris di Surabaya yang telah merenggut korban nyawa dan harta benda. Keduanya menegaskan, aksi yang dilakukan teroris, bukan aksi orang-orang yang beragama. Menurutnya, agama apapun tidak membolehkan berbuat kekacauan, apalagi membunuh. “Yang paling penting, tangkap pelaku intelektualnya,” tandas Halim yang diamini Dawam.

Hal senada juga diungkap Pastur Kepala Gereja Katolik, Romo Hugo. Ia mengutuk keras apa yang dilakukan teroris dan ia tidak takut dengan teroris. Karena itu, ia mengatakan untuk melawan terorisme, karena musuh semua agama. Paus sebagai pemimpinnya mengingatkan agar setiap orang termasuk umat untuk hidup dalam kebenaran. Termasuk menyajikan informasi yang benar. “Kami tidak takut dengan terorisme. Karena terorisme adalah musuh seluruh manusia,” tandasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *