Empat Kelurahan di Kota Probolinggo, Jadi Pilot Project Jargas Bumi

by
Pekerjaan proyek galian gas bumi di Jalan Hayam Wuruk Kota Probolinggo, dilanjutkan lagi. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Proyek galian gas bumi di Kota Probolinggo ditarget Desember depan, rampung. Hingga saat ini, proyek dari Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut, masih mencapai 25 persen. Meski begitu, rekanan yang mengerjakan proyek tersebut yakin pembangunannya akan selesai sesuai target.

Hal tersebut disampaikan Project Manager PT KSO, Edi Susanto. Minggu (8/7/2018) siang. Menurutnya, 25 persen proyek yang dikerjakan penggalian tanah plus pemendaman pipa. Pekerjaan tersebut berlokasi di jalan kota, sedang jalan yang masuk ke rumah atau jalan kelurahan, ada sebagian yang sudah dimulai pekerjaannya.

Dijelaskan, tahun ini Kota Probolinggo mendapatkan jatah sambungan rumah program jaringan gas (Jargas) bumi dari Kementrian ESDM. Pekerjaan proyeknya dimulai sekitar 2 bulan lalu dan kini pekerjaannya sampai pada tahapan pemasangan pipa ke rumah warga penerima program Jargas tersebut. “Masih pekerjaan pemasangan pipa saluran ke rumah warga,” tandasnya.

Sementara pemasangan saluran pipa ke dalam rumah warga penerima progam Jargas, masih belum dimulai. Pemasangan saluran pipa gas ke rumah warga, hingga kompor menyala adalah tanggungjawabnya. Dengan demikian, warga nantinya hanya berkewajiban memasang saluran ke kompornya.

“Pengadaan kompornya, kami tidak tahu. Mungkin beli sendiri atau disediakan oleh Pemkot. Pekerjaan kami sampai kompor menyala,” tambahnya.

Disebutkan, proyek yang dikerjakan hanya di Kecamatan Mayangan. Untuk empat kecamatan, menurut sepengetahuan Edi Susanto, sepertinya belum ada. Dimungkinkan tahun depan setelah pilot projek di Kecamatan Mayangan, selesai. Dari lima kelurahan di Kecamatan Mayangan, hanya empat kelurahan yang mendapat program Jargas. Satu kelurahan, yakni Kelurahan Sukabumi, tidak dapat.

Diantara Kelurahan yang menjadi pilot proyek gas bumi tersebut adalah, Kelurahan Mangunharjo, Mayangan, Jati dan Kelurahan Wiroborang. Disebutkan, warga yang mendapat program Jargas sebanyak 5.025 yang tersebar di empat kelurahan. Awalnya, Pemkot ke Kementrian mengusulkan 3 ribu warga miskin.

“Kementrian malah menyepakati 5.025 KK. Mungkin sudah ditambah oleh Pemkot,” sebutnya.

Agar warga di wilayah kecamatan lain kebagian program bantuan gas bumi gratis seperti di empat kelurahan, ia menyarankan agar Pemkot mengajukan proposal ke Kementrian ESDM. Ditambahkan, program Jargas, tidak dipungut biaya alias gratis. Pekerjaan jaringan saluran pipa dalam tanah, ditanggung Kementrian hingga kompor siap dinyalakan.

“Hanya pemasangannya yang gratis. Mungkin biaya per bulannya ditanggung warga,” tambahnya.

Menurutnya, dibanding gas elpiji bersubsidi 3 kiloan, pemakaian gas bumi untuk kebutuhan memasak, lebih irit. Mengenai keamanan, memasak menggunakan gas bumi, lebih aman dibanding gas elpiji. Dikarenakan gas bumi yang keluar ke kompor warga, ukurannya sudah disesuaikan, sehingga aman bagi pemakainya.

“Sumpama ada kebocoran, warga bisa memotong atau mencopot selang yang menuju ke kompor,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *