Duuuh… 5 Aki Early Warning System Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu, Hilang

by
Aki dalam boks ini hilang dicuri maling. Akibatnya, peringatan dini di perlintasan KA tanpa palang pintu, tak berfungsi. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Pengendara yang melintas di perlintasan rel Kereta Api (KA) tanpa palang pintu, hendaknya berhati-hati. Kendati perlintasan sudah dipasangi tanda peringatan dini (Early Warning System), namun tidak berfungsi. Penyebabnya, aki yang membunyikan sirine menyalakan lampu, hilang.

Tak tanggung-tanggung, ada sekitar lima tanda peringatan dini, yang akinya hilang. Hilangnya aki tersebut diungkap Kapten Halil Komandan Polsuska (Polisi Khusus KA) Daop 9 Jember, Selasa (15/5/2018) siang. Ia mengaku, tidak tahu pasti mengapa hilang, apakah dicuri atau diambil petugas Dishub untuk diperbaiki.

Namun, setelah ditanyakan ke warga sekitar, aki early warning system tersebut, dicuri. Alasannya, ada yang boksnya dirusak dan ada pula yang utuh, pelaku mencuri aki di dalam boks dengan cara merusak gembok. Disebutkan, lokasi lima early warning yang akinya hilang diantaranya, di perlintasan Jalan Flamboyan Kelurahan Pilang, Kelurahan Jati, Kelurahan Jrebeng Lor, di Kecamatan Wonoasih dua titik, dan perlintasan tanpa palang pintu di Kelurahan Kebonsari Wetan.

Diperkirakan, lanjut Kholil, kelima aki tersebut raib dari boksnya dua bulan terakhir. Hanya saja hingga kini, belum ada penggantinya, sehingga earli warning sistem tidak berfungsi alias mati. Padahal, alat tersebut bermanfaat untuk memberi tanda kalau KA akan melintas.

“Ya enggak hidup, lha wong nggak ada akinya. Solar sel untuk mengisi aki, bukan menghidupkan sirine dan menyalakan lampu.,” jelas Holil, saat berada di Stasiun Kota Probolinggo.

Disebutkan, pihaknya mengetahui aki di sejumlah perlintasan tanpa palang pintu, saat patroli rutin. Karenanya, Holil meminta dan berharap, Pemprov dalam hal ini Dishub untuk segera membelikan aki baru. Mengingat, di lima jalur itu akan dilalui lalu lalang kendaraan, terutama jelang dan pasca lebaran yang jumlahnya bertambah banyak.

“Jadi, kalau bisa pertengahan puasa, tanda peringatan dini, sudah berfungsi. Demi keselamatan warga,” pintanya.

Pihaknya sudah memberitahukan ke Dinas Perhubungan Provinsi. Mengingat alat tersebut milik Pemprov Jatim. Hanya saja hingga saat ini, belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki atau dipasangi aki baru.

“Sepertinya belum. Akinya belum ada. Kok belum bunyi. Kalau sudah ada akinya, alat itu pasti sirinenya berbunyi dan lampunya nyala. Kalau malam gelap, karena lampu penerangnya juga mati,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Sumadi, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Probolinggo. Menurutnya, Early Warning Sistem yang rusak, seluruhnya milik Dishub Jatim. Dan pihaknya sudah memberitahukan hal tersebut melalui surat. Hanya saja, hingga kini suratnya belum dibalas.

“Sudah, kami sudah memberitahukan ke provinsi. Kan yang rusak, semuanya milik Pemprov,” tandasnya.

Sumadi berterus terang, dua alat peringatan dini miliknya pernah hilang juga. Namun, kini sudah diganti aki baru, sehingga telah berfungsi. Disebutkan, dari beberapa early warning sistem yang ada di wilayahnya, 2 alat peringatan dini milik Pemkot. Selebihnya, milik Pemprov.

“Punya kami juga pernah hilang. Ya akinya dicuri. Tapi sudah kami ganti dan sekarang sudah berfungsi,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *