Dituding Nyantet Tetangga, Warga Wonomerto Lakukan Sumpah Pocong

by
Proses sumpah pocong yang dilakukan warga Dusun Kelor, Desa Pohsangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Rabu (23/5/2018). (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Tak mau dituding sebagai tukang santet, Endi alias Tinasum (63), menantang Sulima (43), melakukan sumpah pocong. Keduanya yang sama-sama warga Dusun Kelor, Desa Pohsangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, menjalani prosesi sumpah pocong yang dijanjikan, Rabu (23/5/2018) pukul 10.00 WIB.

Pengambilan sumpahnya dilakukan di mushalla dusun setempat, disaksikan tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa, Muspika, Camat, Polsek dan Koramil. Pengambilan sumpah yang jarang terjadi itu mengundang perhatian warga setempat. Bahkan, jalan dusun yang sempit penuh dengan kendaraan roda dua dan empat. Tak hanya warga RT 12/ RW 3, yang berkerumun di depan mushalla, warga lain desa pun ada yang menyaksikan ritual tersebut.

Sumpah pocong digelar, bermula saat Sulima menuding Tinasum yang menyantet suaminya Matnur (73) hingga jatuh sakit. Tak terima dituduh seperti itu, Tinasum yang masih tetangga menantang Sulima, sumpah pocong. Dan tantangan tersebut diiyakan oleh Sulima, hingga akhirnya sumpah pocongpun dilaksanakan. Keduanya akhirnya dibungkus kain kafan dan sumpah pocong dipimping tokoh agama setempat.

Usai pengambilan sumpah pocong, Sulima mengatakan, suaminya sakit panas-dingin sekitar lima bulan lalu. Empat hari yang lalu parah hingga suaminya dilarikan ke RS Husada Kota Probolinggo. Ia menduga sakit yang diderita suaminya akibat disantet Tinasum. Mengingat, yang bersangkutan dikenal tukang santet. Dugaannya makin kuat ketika suaminya menceritakan selalu mimpi Tinasum. Bahkan, suaminya saat tidur sering mengingau memanggil atau menyebut nama Tinasum.

“Semua warga disini sudah tahu kalau dia (Tinasum) punya ilmu santet. Apalagi hampir setiap hari bermimpi melihat wajah Tinasum. Sumpah ini sebagai pembuktian, siapa yang benar. Kalau tuduhan saya salah, maka saya yang mati duluan. Begitu sebaliknya,” terang Sulima ke sejumlah wartawan.

Ia mangaku, hasil pemeriksaan medis Matnur, suaminya, infeksi di paru-paru. Hanya saja perasaaanya tidak nyaman, karena suaminya sering bermimpi Tinasum. Dengan demikian, Sulima berfikir selain infeksi paru, suaminya sakit karena faktor lain.

“Kalau kata dokter infeksi paru-paru. Tapi setelah saya tanya ke orang pinter, serta dipadukan dengan mimpi Matnur, arahnya ke orang yang sama,” imbuhnya.

Sementara itu, Tinasum, membantah tuduhan memiliki ilmu santet. Menurutnya apa yang dituduhkanya tak benar. “Saya tak punya ilmu santet seperti dugaan Sumila. Kalau saya yang nyantet suaminya, mudah-mudahan saya tidak selamat. Tapi. jika tuduhan itu tak benar alias salah, maka dia (Sulima) yang tidak selamat,” ujar Tinasum singkat, usai prosesi sumpah pocong.

Camat Wonomerto, Taufik Alami mengatakan, sumpah pocong disepakati kedua pihak yang bertikai. Sebelumnya sudah tiga kali diadakan mediasi, namun selalu tidak mencapai titik temu. Bahkan sempat akan ada adu fisik.

“Sebelumnya, sudah bertemu tiga kali untuk mengklirkan masalah ini. Namun, tidak membuahkan hasil. Bahkan sampai akan ada adu fisik. Kami berharap, setelah sumpah pocong ini, tidak ada permusuhan. Jika bertengkar lagi sampai adu fisik, maka itu sudah urusan Polsek,” ujarnya.

Terpisah, salah satu perawat RS Husada membenarkan, kalau Matnur infeksi paru-paru. Namun, perawat tersebut enggan berkomentar lebih banyak, mengingat harus ada ijin dari dokter dan pihak rumah sakit dulu.

“Kalau indikasinya infeksi paru-paru, Tapi lebih jelasnya langsung ke dokternya saja ya,” ujar perempuan yang namanya enggan disebutkan tersebut. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *