Disoal, DPRD Kota Probolinggo Hentikan Pekerjaan Lantai 4 RSIA Amanah

by
Anggota DPRD Kota Probolinggo saat sidak di lantai 4 RSIA Amanah. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Persoalan pembangunan perluasan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Amanah, terus bergulir. Pada Kamis (24/5/2018) sekitar pukul 09.30 WIB, RS yang belokasi di Jalan dr Muhammad Saleh tersebut, disidak.

Hasilnya, pekerjaan lantai 4, dihentikan, terhitung mulai hari ini, Jumat (25/5/2018) sampai ada pemberitahuan dari Pemkot. Pimpinan DPRD bersama komisi 1 dan 3 yang meninjau lokasi masih akan melakukan pertemuan kembali dengan SKPD terkait dan Satker takhnis.

Pertemuan kedua kalinya tersebut, untuk membahas permasalahan yang berkembang di lapangan. Apakah perlu jendela di tiap lantai sisi utara, ditutup. Padahal jendela setiap kamar yang disoal oleh H Yahya, tetangga RSIA, sudah ditinggikan. Dan lagi, lantai empat yang akan ditempati ruang cuci dan jemur pakaian, dibongkar atas permintaan pelapor. Mengingat, dalam perjanjiannya, RSIA akan membangun Rumah Sakit hanya tiga lantai.

Hal itu diungkap Ketua DPRD Kota Probolinggo, Agus Rudiyanto Ghofur, usai meninjau lokasi bersama Komisi 1 dan 3, disertai pelapor Yahya dan dr Aminuddin, selaku pemilik rumah sakit. Disebutkan, peninjauan lokasi sebagai tindaklanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebelumnya bersama Komisi 1 dan komisi 3, yang dihadiri warga yang mempersoalkan pembangunan perluasan Rumah Sakit dan pamilik RSIA.

“Seperti kita ketahui tadi, kita sepakat menghentikan pekerjaan lantai 4. Apakah pembangunan lantai 4 diteruskan atau tidak, kami masih mau bertemu lagi,” tandasnya.

Saat peninjauan, diperoleh kabar, kalau pemilik RS sudah meninggikan jendela yang dipermasalahkan. Namun, pria yang rumahnya bersebelahan dengan RSIA itu, tetap tidak terima. Ia ngotot seluruh jendela kamar pasien di lantai 2 dan 3 ditutup total. Sedang pemilik RSIA yang sudah meninggikan jendela, menolak permintaan Yahya. Dr Aminudin, akan menutup ventilasi tersebut dengan glass block transparan.

“Keinginan yang berbeda ini, perlu dicari titik temu. Makanya, kami akan bertemu lagi dengan pihak-pihak terkait. Untuk merumuskan persoalan ini dan menemukan jalan keluarnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur sekaligus pemilik RSIA Amanah dr Aminudin menjelaskan, perjanjian dengan Yahya tidak menyebut pembangunan rumah sakit tiga lantai. Tetapi menyebut, yang akan dimanfaatkan untuk keperluan pasien tiga lantai. Menurutnya, lantai 4 dipakai tempat mencuci dan menjemur seluruh sarana dan prasarana RS (Rumah sakit).

“Pak Yahya keliru persepsi. Tapi nggak masalah. Sudah kami jelaskan, namun dia tidak menerima. Kami tunggu keputusan DPRD dan Pemkot,” tandasnya.

Soal jendela ruang pasien di lantai 2 dan 3, sudah ditinggikan sehingga tidak mengganggu privasi Yahya sebagai tetangga dekat RSIA. Keluarga pasien atau orang lain tidak bisa melihat keluar, karena jendela sudah tinggi. Rencananya, jendelanya akan ditutup dengan kaca atau glass block, sehingga sinar matahari bisa masuk, ruangan tidak gelap, dan ruangan menjadi sehat karena sinar matahari masuk.

“Kalau kaca mempermudah kalau ada kebakaran. Kami tidak bermaksud gedung ini terbakar loh. Tapi kan jaga-jaga. Kalau kaca, petugas bisa langsung memecahkan kaca, kalau sesuatu terjadi,” tambahnya.

Dijelaskan, apa yang dilakukan sudah menurut petunjuk dan saran dari konsultan yang biasa menangani pembangunan RS. Selain itu, untuk mengejar predikat RSIA Anak terbaik di Indonesia dan RSIA bintang lima. Meski tujuannya seperti itu, ia tidak semerta-merta mengabaikan orang lain, apalagi tetangga seperti Yahya.

“Ya, kami berharap semuanya selesai dengan tidak meninggalkan hati yang grundel. Semuanya lapang dada,” pungkas Aminudin.

Sementara itu, Yahya bersama istrinya yang didampingi LSM, tetap pada pendirian awal. Mereka tidak ingin pembangunan RSIA mengganggu privasinya. Karenanya, Yahya minta jendela ditutup total, tidak ada kaca atau glass block. Ia tetap akan risih kalau jendela pakai kaca atau glass block yang transparan.

“Meski tidak ada yang melihat dari jendela, kami masih risih kalau pakai kaca. Ya, ditutup saja semuanya. Kalau tidak, mengganggu privasi saya,” tandasnya.

Yahya kemudian menunjukkan surat perjanjian yang ditandatangani dirinya dan dr Aminuddin. Menurutnya, surat tersebut ditulis sendiri olah Aminuddin yang isinya pembangunan RSIA hanya tiga lantai. Ia membantah, kalau tulisan di perjanjian itu pemanfaatan RSIA hanya tiga lantai.

“Pokoknya, pak Aminudin ngomong ke saya pembangunan rumah sakitnya tiga lantai. Bukan akan memanfaatkan tiga lantai. Pokoknya harus tiga lantai. Ini sampean baca,” pungkas Yahya, sambil menunjukkan surat perjanjian dimaksud. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *