Diseruduk Mobil Boks, Pasutri Warga Probolinggo Tewas di TKP

by
Petugas saat mengevakuasi mobil boks yang menghantam pohon di pinggir jalan Provinsi. Sebelumnya, mobil tersebut menghantam pasutri yang mengendarai sepeda motor, hingga tewas di TKP. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Sebuah kendaraan jenis boks, menghantam pohon di pinggir jalan raya jurusan Probolinggo – Pasuruan, hingga remuk. Sebelum menghantam pohon, kendaraan pick up bernopol AB 8177 EU itu, menabrak pengendara sepeda motor. Akibatnya, dua orang yang menaiki sepeda motor bernopol N 4204 SV, meninggal di tempat kejadian.

Sementara, tiga orang yang berada di kabin kendaraan, hanya mengalami luka. Pengemudi boks Bayu Ari Wahyudi (26) asal Desa Semampir, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, luka ringan. Sedang Andi Susanto (20) warga Semampir, Kraksaan yang duduk di tengah, luka agak parah. Selanjutnya, Tego Prianto (39) warga Kabupaten Jawa Tengah, yang duduk di pinggir (paling kiri) hanya mengalami luka ringan.

Dua korban meninggal, berikut tiga korban luka-luka, kemudian dilarikan ke RSUD Tongas. Untuk dua kendaraan yang terlibat kecelakaan, diamankan di kantor Satlantas Polres Probolinggo Kota, Jalan Brantas, Kademangan.

Sempat terjadi kemacetan, akibat eksekusi mobil boks yang menghantam pohon, agak lama. Kendaraan Derek yang biasa mengatasi kendaraan yang tecelakaan, tidak kuat menderek. Petugas terpaksa meminta bantuan truk tronton penuh muatan yang sedang melintas.

Eksekusi kendaraan berhasil, dan kendaraan yang melintas di jalan provinsi tersebut, normal kembali. Edi Setiyana (33) yang sempat menggotong korban meninggal ke Ambulance mengaku, tidak tahu penyebab dan kejadiannya.

Siang itu, Rabu (4/7/2018) sekitar pukul 15.25 WIB, dirinya yang tengah membonceng temannya melihat boks menghantam pohon. “Saya dari barat mau ke Terminal Bayuangga, ngantar saudara mau ke Bali. Saya lihat boks menghantam pohon,” tandasnya.

Lantaran melihat ada orang tergeletak di pinggir jalan, pria yang tinggal di Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas tersebut, berhenti. Edi melihat perempuan dan laki-laki tergeletak tak bernafas. Hanya saja, ia tidak mengetahui, kalau dua korban meninggal itu Pasutri (pasangan suami istri).

“Katanya sih suami istri. Saya tidak tahu. Mobil boks-nya dari timur menuju barat. Sedang sepeda motornya, dari barat menuju ke timur,” ujarnya.

Semantara itu, Misbahul (44) warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Raya Banjarsari. Korbannya adalah Pasutri asal Dusun Sukun, RT 5 RW 1, Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Suaminya bernama Tamiyis (51) dan istrinya Siti Tamami (47). Diketahui, pasutri itu usai mengantarkan anaknya mondok di Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Keduanya dihantam kendaraan boks, dalam perjalanan pulang ke rumah tinggalnya di Muneng Kidul. Mereka mengandarai sepeda motor Honda Supra Fit 125 warna kuning. Diduga, boks oleng ke kanan (arah utara) dan menghantam korban serta tanaman, akibat salah satu rodanya meletus.

“Saya tidak tahu persis kejadiannya. Katanya, roda pick-up meletus. Karena kencang, pick up oleng ke kanan dan menghantam pengendara motor yang melaju dari barat. Kemudian pink up berhenti, setelah menghantam pohon,” terangnya.

Hasil pantauan di lokasi kejadian, tidak ada bekas gesekan antara roda dengan aspal. Saat dilihat, keempat roda boks tidak ada yang kempes. Dengan demikian, roda kendaraan tidak ada satupun yang meletus atau meledak.

Anggota Satlantas yang bertugas dilapangan menangani kecelakaan itu, enggan berkomentar. Mengingat, peristiwa tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan. Hasilnya akan dilaporkan ke Kasat Lantas Polresta, AKP Alpogohan. Namun, hingga pukul 19.50 WIB pesan singkat yang dikirim ke AKP Alpogohan belum dijawab. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *