Disangka Ada Teroris, Warga di Kota Probolinggo Gaduh, Simak Apa yang Terjadi

by
Aksi teatrikal yang dibawakan kepala sekolah, guru dan siswa-siswi SDN Sukabumi 2, Kota Probolinggo, Kamis (7/6/2018). (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Sejumlah warga yang hendak berbelanja di pertokoan King, Kota Probolinggo, mendadak kabur. Mereka kabur setelah mengetahui, ada segerombolan pejalan kaki bercadar dan pakai jubah berkopiah, bersurban ala kaum muslim membawa tas ransel dan kardus bekas tempat air mineral.

Warga lari menjauh, lantaran curiga dengan barang bawaan kelompok berjubah dan bercadar tersebut. Salah satu dari warga langsung menghubungi polisi, dan tak berapa lama, petugas Polres Probolinggo Kota yang dipimpin Kasat Binmas, AKP Harsono dan Kasat Shabara Hermawan, tiba di lokasi kejadian. Petugas meminta, warga untuk tenang dan melalui load speaker, petugas meminta kelompok yang diduga teroris tersebut membuka barang bawaannya.

Warga menjadi tenang kembali, setelah mengetahui barang yang dibawa kelompok yang mengenakan baju ala kaum muslim tersebut, bukan berisi bom. Tetapi berisi seperangkat sarana shalat, makanan, dan sembako yang hendak diberikan kepada kaum dluafa alias penarik becak.

Itulah sekelumit cerita teaterikal yang dibawakan Kepala Sekolah, Guru dan Siswa-siswi SDN Sukabumi 2 Kota Probolinggo, Kamis (7/6/2018).

Usai teaterikal, mereka termasuk petugas Polresta, kemudian membagai-bagikan sembako dan uang ke puluhan penarik becak yang melintas di depan pertokoan King. Adegan teaterikal dan pembagian sembako tersebut menjadi tontonan pengendara dan pejalan kaki yang melintas di jalan depan pertokoan King, Jalan Raya Panglima Sudirman. Puluhan abang becak berebut ingin mendapatkan bagian sembako dan uang.

Kepala SDN setempat, Agus Lithanta menyebut, apa yang dilakukan siswa dan gurunya untuk memperingati Nuzulul Qur’an. Pihaknya memperingati hari turunnya Al-Qur’an dengan cara tidak umum dan di tempat keramaian, sebagai pelajaran kepada masyarakat dan siswa khususnya.

“Tidak semua masyarakat yang mengenakan cadar, jubah, dan berjenggot itu teroris. Hikmah di acara teaterikal tadi, kita jangan suudzon terhadap mereka yang berbusana tidak sama dengan kita,” tandasnya.

Teacher learning yang kedua adalah, daripada membuat kegaduhan dengan cara meneror masyarakat dan aparat kepolisian, menurut Agus, mending melakukan hal kebaikan. Terutama di bulan Ramadlan seperti sekarang ini. Perbuatan berbagi kepada sesama warga yang belum beruntung, sangat dianjurkan dalam agama Islam.

“Daripada membuat susah orang lain, lebih mulia dan berpahala membuat orang lain senang. Kami disini berbagi, agar orang yang menerima sesuatu dari kami, juga berbahagia,” tambahnya.

Sementara Kabag Binmas AKP Harsono menghimbau masyarakat, untuk tidak perlu takut dengan aksi teror. Jika mengetahui sesuatu yang mencurigakan, warga diminta untuk segera melapor ke petugas terdekat. Diharapkan, masyarakat jangan menebar isu Hoax yang akan menambah suasana semakin tidak menentu.

“Jika mengetahui dan melihat sesuatu yang mencurigakan, lapor saja ke petugas. Jangan menyebar isu atau Hoax yang memperkeruh keadaan,” harapnya singkat. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *