Dikira Berisi Bom, Travel Bag Misterius di Terminal Pandaan Bikin Heboh

by

PASURUAN, FaktaNusantara.com – Warga di area Terminal Pandaan, Kabupaten Pasuruan, mendadak digemparkan oleh benda mirip bom, Minggu (20/5/2018), sekitar pukul 07.30 WIB. Benda mencurigakan tersebut berupa travel bag warga biru. Tas itu ditinggalkan pemilik di sebuah warung.

Keberadaan tas misterius itu, pertama kali diketahui Pujiono, Pegawai Dishub Terminal Pandaan. Mengetahui hal itu, Pujiono menanyakan kepada Sutomo dan Sariyono, tukang ojek Kamtibmas Terminal Pandaan, tentang siapa pemilik tas tersebut. Tak ada yang mengaku tahu, sontak kabar tas misterius itu mengundang perhatian warga sekitar area terminal.

Warga yang mengetahui kabar adanya tas di area terminal Pandaan, tanpa diketahui pemiliknya itu, malah ramai-ramai berdatangan menuju lokasi. Meski mereka melihat dari kejauhan.

Informasi yang berhasil dihimpun, pagi itu, Pujiono, pegawai Dishub bertemu dengan seorang wanita di terminal. Wanita tersebut akan menitipkan tas travel warna biru, lantaran dirinya berniat pergi ke gereja. Namun, Pujiono menolak menerima titipan tas tersebut.

Selanjutnya, wanita tersebut menuju warung, yang berada di seberang pos Dishub di area terminal. Ia hendak menitipkan ke Ibu Dony pelayan warung. Ibu Dony pun tak bersedia dititipi tas tersebut. “Nah, saat itulah, tas tersebut ditinggal begitu saja. Dan wanita tersebut naik ojek menuju ke arah Malang,” cerita Pujiono.

Menunggu hingga berjam-jam, pemilik warung kopi berinisiatif melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib. Tak berlangsung lama, pihak kepolisian bersama tim Gegana Jihandak Polda Jatim datang menuju lokasi, guna memeriksa tas tersebut. Pukul 10.52 WIB tas tersebut dibawa ke Polsek Pandaan untuk dicek dan diidentifikasi.

Begitu dicek, ternyata tas tersebut berisi baju sejumlah 15 pasang, Ijazah SD dan SMP, Surat Keterangan Tinggal, Fotocopy KK.

Sementara Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono menyampaikan agar warga yang hendak dititipi barang agar mengecek terlebih dahulu, sehingga tidak menimbulkan salah persepsi.

“Dimohon kepada seluruh warga masyarakat yang hendak dititipi barang, lebih baik dicek dulu, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar AKBP Raydian. (adi/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *