Dikejar Korban dan Terhenti saat KA Lewat, Jambret Babak Belur Dihajar Massa

by
Pelaku jambret saat diamankan polisi. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Setelah sebelumnya, dua terduga pencurian sepeda motor (Curanmor) berkedok tawuran dihakimi massa, kini giliran jambret juga bernasib sama. Sugiyanto (34) pelaku jambret kalung seberat 15 gram milik Waginah (45) digebuki pengendara hingga babak belur. Beruntung, saat digebuki datang polisi berpakaian preman yang berusaha menghentikan kemarahan warga tersebut.

Pelaku yang diketahui warga Dusun Slomprit, Desa Sebani, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan ini, langsung digelandang ke Mapolres Probolinggo Kota. Petugas juga mengamankan sepeda motor suzuki FU bernopol W 2723 PM tersebut.

Saat digeledah, petugas juga menemukan benda warna kuning keemasan di dalam saku celana pelaku. Diduga potongan benda tersebut, emas milik korban yang disembunyikan tersengka di saku depan celana panjang yang dipakainya.

Peristiwa penjambretan berlangsung Senin (30/4/2018) sekitar pukul 19.00 WIB. Petang itu, Waginah yang berboncengan dengan suaminya melintas di Jalan raya Panglmima Sudirman, dari arah barat menuju timur. Tiba-tiba di timur pertigaan (Pertelon) Pertokoan King, Sugiyanto yang datang dari arah yang sama mendekat ke korban. Saat mepet, tiba-tiba pelaku menarik kalung yang dipakai korban.

“Kami dipepet. Kemudian orang itu narik kalung saya. Lama putusnya. Saya sampek gini-gini,” tandas korban sambil menggeleng-gelengkan kepala, saat di Mapolresta.

Beruntung, Waginah tidak sampai jatuh dari kendaraannya, kemudian kalung yang dipakainya putus dan dibawa kabur penjambret. Meski dalam keadaan panik, ia yang berboncengan dengan suaminya mengejar pelaku. Kendati jaraknya makin jauh, pasutri tersebut tetap memacu kendaraannya.

Sebelum sampai di perempatan Randupangger, tiba-tiba Waginah melihat pelaku dari arah timur menuju barat di jalan yang sama. Lantaran jalan Panglima Sudirman terpisah, korban tidak bisa langsung menerobos, tetapi waginah bersama suaminya, berbelok di perempatan Randupangger.

Kejar-kejaran pun terjadi. Tak henti-hentinya perempuan yang tinggal di RT 8 RW 4 Desa Dringu, Kecamatan Dribngu, Kabupaten Probolinggo itu, berteriak maling dan jambret bergantian. Diteriaki seperti itu, pelaku memacu kendaraaannya, senggolan dengan kendaraan lain pun tidak dihiraukan, hingga pelaku tidak dapat melanjutkan perjalanan alias menghentikan kendaraannya. “Lah mau jalan gimana. Lawong ada kereta api lewat,” ujarnya.

Dalam keadaan berhenti itulah, pengendara dan warga sekitar langsung menangkap Sugiyanto. Warga dan pengendara pun menggebuki pelaku tanpa ampun. Main gebuk berhenti, setelah ada petugas berpakaian menenangkan warga. Meski dikawal petugas, bogeman tinju masih sempat bersarang di tubuhnya.

“Di timur terminal lama itu kan ada perlintasan kereta api. Saat itu, kebetulan ada kereta api lewat. Pelaku sudah tidak bisa lari. Begitu saya teriak maling dan jambret, warga langsung menangkapnya,” pungkas Waginah. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *