Dihantam KA dan Terlempar, Seorang Nenek Tewas Seketika

by
Jenazah korban saat dibawa petugas ke RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Misni (71) dihantam Kereta Api (KA) tambahan Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi, Rabu (11/07) sekitar pukul 09.30 WIB. Nenek yang tinggal sendirian di Dusun Krajan, Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo itu, tewas di lokasi kejadian, tak jauh dari rumahnya.

Diduga, Misni dihantam KA di KM 85+8/9, tepatnya di barat perlintasan KA Curahtulis, karena tidak mendengar peringatan atau bunyi klakson KA. Korban sempat terpental sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian. Jasad korban yang remuk, oleh petugas KA bersama petugas Polsek Tongas dan warga, kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Tongas.

Informasi yang didapat di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban hendak ke rumah anaknya di sisi utara rel. Misni pagi itu, berjalan di tengah rel dan tidak menoleh ke belakang. Hingga, ia dihantam KA dari barat menuju Timur. Mengetahui ada warga tertabrak kereta yang hendak ke Banyuwangi dari Surabaya tersebut, warga sekitar langsung berkerumun di lokasi kejadian.

Suhartono, salah satu keluarga korban mengatakan, kalau neneknya sering lewat di rel KA, kalau hendak ke rumah anaknya. Ia terbiasa berjalan di tengah rel, padahal seringkali keluarga dan anak-anaknya mengingatkan untuk tidak berjalan di tengah rel.

“Tapi peringatan anaknya, tidak didengar. Setiap ke rumah anaknya, selalu berjalan di tengah rel. Tidak pernah berjalan di pinggir,” ujarnya singkat. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *