Diduga Pakai Ilmu Sirep, Maling Sikat Dua Motor dan Satu HP di Kedungsupit

by
Sunarsis menunjuk pintu samping rumahnya, yang diduga dilewati pencuri keluar masuk rumahnya. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Wilayah Polres Probolinggo Kota, benar-benar dikepung tindak kejahatan pencurian. Kali ini, kasus pencurian kendaraan bermotor dialami Sunarsis (63) pada Kamis (26/4) dini hari. Akibatnya, dua motor dan satu handphone di dalam rumahnya, digondol kawanan maling.

Peristiwa tersebut dibenarkan Sunarsis, saat dijumpai di rumahnya RT 4 RW 2, Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Tidak diketahui waktu pencuri masuk ke rumahnya dengan membobol pintu. Namun diperkirakan, berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB. Mengingat, saat dilihat sekitar pukul 01.00 WIB, dua motor yang dimaksud masih ada.

Namun, setelah dilihat pada pukul 03.00 WIB, dua sepeda motor jenis laki tersebut, sudah tidak ada di tempatnya. Diduga kuat, pelaku dalam melancarkan aksinya menggunakan ilmu sirep. Sehingga, anggota keluarga yang tidur, tidak ada yang bangun. Bahkan, korban malam itu, tidur tepat disamping motornya. “Sepertinya pakai ilmu sirep. Soalnya, saya tidur di dekat motor yang dicuri, tidak mendengar apa-apa,” terangnya dengan yakin.

Diketahui, di ruang tamu ada tiga motor, namun hanya dua yang dicuri, yakni Yamaha Vixion warna abu-abu nopol M 5842 PA dan motor Honda all new CBR 150 R warna hitam nopol N 5435 SM. Sedang motor matik Mio, tidak diambil.

“Yang diambil Vixion milik cucu saya dan CBR milik anak saya. Dua HP saya yang ditaruh di meja tamu, juga dibawa kabur,” ungkapnya.

Sunarsis kemudian menceritakan kejadian yang menimpanya. Disebutkan, pelaku masuk rumahnya dengan cara lewat pintu samping. Kawanan pencuri dengan mudah masuk rumah, karena pintunya tidak digembok. Sedang dirinya tidak tidur di kamar, melainkan tidur di dekat tiga sepeda motor. Diperkirakan, pencuri membawa kabur sepeda motornya, lewat di pintu samping juga. “Keluar-masuknya, lewat sini,” ujarnya sambil menunjuk pintu.

Kemudian, lanjutnya, kawanan pelaku lewat lompongan, barat rumah korban. Mereka tidak lewat jalan setapak di sisi timur rumah korban, khawatir anak korban mengetahui kalau ada pencuri. Sebab, anaknya dini hari tersebut belum tidur karena lembur menjahit tutup kursi.

“Saat pelaku masuk rumah, anak saya belum tidur. Anak saya tidak tahu kalau ada maling, karena pelaku lewat jalan barat rumah,” bebernya.

Sunarsis mengaku, tidak melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Dimungkinkan, kepala desanya yang melapor, karena setiap ada kejadian, seperti biasanya kepala desa yang melapor. Kornban yakin, karena kepala desa sudah bertamu ke rumahnya, menanyakan soal kejadian tersebut. “Saya belum laporan. Mungkin pak Tinggi (Kades,red) yang melapor. Karena pak Kades sudah ke sini. Biasanya, dia yang lapor,” pungkasnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Wonomerto, Ipda Slamet mengatakan, belum ada laporan kehilangan sepeda motor dan handphone. Karenanya, ia enggan memberi komentar dengan alasan belum mengetahui kejadiannya. Jika nantinya ada yang melapor, baik korban ataupun Kades, maka pihaknya akan menindaklanjuti. “Kalau nanti melapor, ya kami tindak lanjuti dan dalami kasus tersebut,” katanya singkat. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *