Diduga Ada Pungli di SDN 2 Karangandong Gresik, Dalih untuk Taplak Meja dan MCK

by
SDN 2 Karangandong, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. (FOTO: IRW)

GRESIK, FaktaNusantara.com – Praktik pungutan liar (Pungli), rupanya masih saja terjadi di dunia pendidikan dasar. Dengan dalih sudah menjadi kesepakatan bersama Komite Sekolah, pihak sekolah leluasa meminta beberapa sumbangan, yang justru membebani walimurid.

Dugaan pungli tersebut, seperti dilakukan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Karangandong, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Ini seperti diungkapkan salah satu Walimurid yang enggan disebut namanya, saat menceritakan dugaan Pungli yang terjadi itu, ke kantor LSM Front Pembela Suara (FPSR), Selasa (5/6/2018).

Menurutnya, setiap murid, dimintai sumbangan oleh Kepala SDN 2 Karangandong berinisial ES, sebesar Rp 25 ribu. Alasannya, untuk taplak meja. Sumbangan itu, lanjut sumber, juga berlaku kepada calon murid yang mendaftar pada PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun ajaran 2018-2019.

Jumlahnya cukup fantastis, dari pengumpulan sumbangan Rp 25 ribu per siswa tersebut. “Diketahui, pagu per kelas sebanyak 30 siswa. Jika dikalikan 6 kelas, tarikan sumbangan itu bisa mencapai Rp 4,5 juta,” ungkap sumber.

Tak hanya itu, lanjut walimurid tadi, pihak sekolah juga meminta sumbangan kepada setiap murid sebesar Rp 350 ribu. Dalihnya, untuk memperbaiki fasilitas sekolah barupa MCK. “Untuk poin ini, jika dikalikan 6 kelas, yang masing-masing 30 siswa. Jumlahnya jauh lebih fantastis, bisa mencapai Rp 63 juta,” paparnya di kantor LSM FPSR.

Sayangnya, Kepala SDN 2 Karangandong, ES saat hendak dikonfirmasi terkait hal tersebut, terkesan menghindar. Namun, menurut Bahrul, salah satu guru SDN tersebut mengatakan, tarikan sumbangan tersebut masih wajar, karena sudah ada kesepakatan dengan Komite.

“Permintaan sumbangan kepada murid atau calon peserta didik baru, itu adalah hal yang wajar. Lagi pula, ini sudah dirapatkan oleh Komite, dan sudah menjadi kesepakatan. Saya kira, ini adalah hal yang wajar-wajar saja,” katanya dengan nada sinis di hadapan wartawan dan LSM.

Sementara itu, Ketua LSM FPSR, Aris Gunawan mengatakan, permintaan sumbangan dengan dalih apapun, tetap saja tergolong Pungli. Dan tarikan tersebut tentu membebani walimurid, atau calon walimurid yang akan mendaftarkan anaknya ke SDN tersebut.

Menurut Aris, hingga saat ini, kondisi fisik SDN 2 Karangandong terkesan kumuh, cat pagar sekolahnya terlihat mengelupas semua. Belum lagi, kondisi genting gapuranya yang rontok tidak dibenahi.

“Jika tiap tahun meminta sumbangan ke siswa, untuk bantuan perbaikan infrastruktur sekolah, lanjutnya, tentu kondisi fisik sekolahnya tidak seperti ini. Nah ini, kondisi fisiknya begitu-begitu saja. Sementara uang hasil pungutan itu dikemanakan, digunakan bancakan,” tandas Aris, kesal.

Atas laporan yang diterimanya itu, Aris berencana melaporkan dugaan pungutan liar (Pungli) di SD Negeri 2 Karangandong tersebut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. “Selain itu, kita juga melaporkan dugaan pungli ini ke Polres Gresik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Mahin, saat dikonfirmasi terkait hal ini, berjanji akan memanggil Kepala SDN 2 Karangandong, dalam waktu dekat.

“Kita akan panggil dulu kepala sekolahnya, untuk dimintai keterangan terkait pungutan liar itu. Kita juga akan kumpulkan bukti-bukti yang akurat. Kalau betul terbukti salah, akan kami tindak sesuai aturan berlaku,” pungkasnya. (irw/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *