Didera Gizi Buruk, Argarin Probolinggo Bantu Ratusan Ton Beras untuk Suku Asmat

by
Syamsu Alam, Ketua Asgarin Probolinggo, saat memecah kendi sebagai simbol kapal beserta muatan ratusan ton beras, segera diberangkatkan. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Sedikitnya, dua ratusan ton beras dikirim ke Papua, Rabu (18/4/2018) sekitar pukul 09.30 WIB. Beras sebanyak itu merupakan bantuan untuk suku Asmat di Papua yang dikabarkan didera gizi buruk. Sembako yang diberangkatkan dari pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo tersebut, merupakan sumbangan dari Asosiasi Gaharu Indonesia (Argarin).

Pelepasannya dilakukan Syamsu Alam, Ketua Asgarin Probolinggo yang dihadiri sejumlah anggota Asgarin dan pejabat setempat. Diperkirakan, beras akan sampai ke tempat tujuan Kabupaten Asmat, sekitar 15 hari lagi. Sebelum diberangkatkan, Syamsu Alam mengatakan, beras yang dikirim hari itu, hanya sebagian saja, yakni ratusan ton. Berikutnya, akan dikirim lagi hingga mencapai sekitar 2.500 ton.

Ribuan ton beras tersebut bukan sumbangan dari dirinya saja. Tetapi sumbangan dari 5.023 pengusaha Gaharu Kota Probolinggo yang tergabung dalam Argarin. Sumbangan bahan makanan pokok tersebut, sebagai bentuk kepedulian ribuan pengusaha gaharu terhadap suku Asmat. Dimana para pengusaha gaharu telah 20 tahun mendatangkan kayu gaharu dari Kabupaten Asmat untuk pengharum. “Bentuk kepedulian kami terhadap suku Asmat. 20 tahunan, kami mengambil kayu dari sana,” tandasnya.

Apalagi, saat ini suku Asmat diserang gizi buruk. Bantuan tersebut, menurut Syamsu Alam diangkut kapal Harapan Baru 77 dan sesampainya di tempat tujuan, akan diserah-terimakan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat. Pihaknya tidak akan menyampaikan langsung ke suku Asmat, melainkan distribusinya dibantu atau diserahkan ke Pemkab Asmat.

“Bantuan ini kami serahkan ke bupati di sana. Biar pemerintah sana yang menditribusikan ke warganya,” tambah Samsyu.

Pria kelahiran Sulawesi itu berharap, selama perjalanan kapal Harapan Baru 77 tidak mengalami kendala berarti dalam perjalanan ke Papua. Ia tidak mengelak, jika saat ini cuaca pancaroba yang setiap saat berubah. Karenanya Samsu Alam berharap, jika di dalam perjalanan cuaca tidak mendukung, kapal diminta untuk bersandar, beristirahat di pelabuhan terdekat.

“Enggak masalah tiba di tempat tujuan tidak sesuai jadwal. Yang penting, kapal dan kru serta muatannya, selamat,” pungkasnya.

Semantara itu, Darwis, Kapten Kapal Harapan Baharu 77, akan melaksanakan sesuai perintah. Jika nantinya di tengah jalan cuaca tidak nyaman dan membahayakan, dirinya akan mencari pelabuhan terdekat untuk bersandar. Menurutnya, kapal jika tidak ada kendala cuaca, akan sampai di Kabupaten Asmat 14 hari lagi.

“Sebentar lagi kami berangkat. Sekitar pukul 11.00 WIB, menunggu air pasang. Karena muatannya berat. Kira-kira sampai di tempat tujuan, 14 hari. Kalau cuaca membahayakan kapal ini, kami akan mencari pelabuhan terdekat. Setelah aman, kami akan meneruskan perjalanan,” tandasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *