Diantar Kapolresta, Istri Terduga Teroris Masuk RSUD Kota Probolinggo

by
Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal, saat menggendong anak terduga teroris, dan mengantar istri terduga teroris masuk RSUD dr Muh Saleh, Kota Probolinggo, yang hendak melahirkan. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Istri Agus, terduga teroris, Kamis (12/7/2018) sekitar pukul 12.00 WIB, masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Muhammad Saleh, Kota Probolinggo. Perempuan bercadar itu dibawa ke RSUD, bukan sakit atau kecelakaan, tetapi akan melahirkan.

Menariknya, perempuan yang biasa dipanggil Siti itu ke RSUD di jalan Panjaitan, tidak diantar suaminya. Tetapi didampingi Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal, dan dalam perjalanan dikawal anggotanya. Bahkan, di depan RSUD, dijaga ketat Anggota Sabhara berseragam lengkap membawa senjata laras panjang.

Hingga pukul 16.30 WIB belum diketahui, apakah perempuan berinisial S tersebut sudah melahirkan anak yang ketujuh atau belum. Yang jelas, perempuan yang tinggal di Perumahan Sumbertaman Indah, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih ini, begitu tiba di RSUD, langsung masuk ruang penanganan.

Ia dirujuk ke RSUD, setelah Bidan Susiani yang hendak menangani proses persalinannya tidak sanggup dengan alasan tensi darah S tinggi, yakni 130/100. Selain itu, kondisi S tidak fit karena pengaruh asupan makanan. Dimungkinkan, perempuan yang memeriksakan kandungannya ke Bidan Susiani bersama anak bungsunya itu, kurang asupan makanan sehat.

Dengan kondisi seperti itu, Susiani berterus terang tidak berani, jika S melahirkan di tempat prakteknya. Mengingat, kondisinya mengharuskan melahirkan di RSUD dengan sejumlah pertimbangan. Selain sarana dan prasarana RSUD lebih lengkap, Susiani tidak berani mengambil resiko.

“Prosedurnya memang begitu. Pasien harus dirujuk kalau kesehatannya tidak memungkinkan,” katanya singkat.

Usai mengantar, Kapolresta mengaku mengantar istri terduga teroris yang hendak melahirkan, sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan. Apalagi, suami S tidak bisa mendampingi, lantaran menjalani proses hukum di Mako Brimob.

“Sudah menjadi tanggungjawab kami. Nggak ada salahnya, ketika diminta oleh warga, kami bersedia. Tugas polisi kan melayani masyarakat,” tandasnya di RSUD.

Diceritakan, dirinya mendengar kalau siang itu, istri Agus Purnomo hendak melahirkan, dan oleh Bidan yang menangani akan dirujuk ke RSUD. Mereka meminta bantuan Ambulan ke Kapolresta untuk mengantar S yang berada di rumah sekaligus tempat praktek bidan Susiani, di Jalan Letjen Sutoyo, Gang Leo,l Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan kanigaran. “Kami antar pakai Ambulan kami,” tambahnya.

Tak hanya diantar, Polresta menanggung seluruh biaya persalinan istri S, hingga yang bersangkutan oleh pihak RSUD diizinkan pulang ke rumahnya. Hal itu dilakukan, karena menurut Alfian, keluarga terduga teroris, harus diperlakukan sama dengan warga yang lain.

“Bagaimanapun juga, dia kan warga kami. Sudah seharusnya, kami turut membantu. Soal biaya, semuanya dari kami,” pungkas Kapolresta sebelum meninggalkan RSUD. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *