Di Bengkel Cak Kanciel, Motor Injeksi Dirubah Karburator, Begini Caranya

by
Motor Honda CB150R yang diganti dengan sistem karburator.

GRESIK, FaktaNusantara.com – “Beda orang, beda pula selera motornya”. Begitulah kira-kira tanggapan masyarakat terhadap perkembangan teknologi sepeda motor. Ada yang suka dengan teknologi Jaman Now, yakni injeksi (injection). Bahkan, ada juga yang masih berminat dengan teknologi karburator.

Pabrikan sepeda motor, menyulap dari teknologi karburator menjadi injeksi, memakan waktu relatif cukup lama. Diyakininya, perubahan sistem teknologi ini, selain lebih irit, motor injeksi juga lebih ramah lingkungan.

Namun, lain halnya bagi Bejo (24). Bikers asal Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo ini, malah menyukai motor yang menganut sistem karburator. Ia pun merubah motor injeksi jenis Honda CB150R miliknya, di bengkel G2T atau Grudak-gruduk Team, yang berlokasi di Jalan Raya Wringinanom KM 34, Gresik.

Aris Hermanto alias Kanciel (30) si empunya bengkel G2T, langsung mengotak-atik sesuai permintaan cak Bejo. Hasilnya, motor Honda CB150R keluaran 2017 itu, berhasil ia ganti menjadi memakai sistem suplai manual alias karburator.

“Supaya geberannya lebih enteng, dan lajunya bisa sesuai dengan keinginan pemiliknya,” singkat Kanciel kepada FaktaNusantara.com, (Kamis 25/1/2018).

Kanciel pun mengulas bagaimana cara merubah dari injeksi menjadi karburator. Menurutnya, langkah awal yang harus disediakan adalah karburator yang bisa beradaptasi dengan mesin CB150R, yakni karburator milik motor Kawasaki Ninja 150 2 Tak.

“Sedangkan perangkat lain yang harus disediakan adalah membeli CDI, intake manipol, koil, kabel,” sambungnya.

Selanjutnya, merangkai dan menyetelnya. Selain itu, ada beberapa perangkat standar pabrik yang harus ditanggalkan, seperti CDI dan koil bawaan pabrik, injektor. “Pompa bensin diganti dengan kran biasa, serta melepas 2 sensor mesin yaitu sensor udara dan sensor gas buang, dan juga rpm,” urainya.

A: Pompa bensin bawaan motor dinon-aktifkan. B: Kran pengganti pompa bensin injeksi.

Untuk pengapian, lanjut Kanciel, lebih cocok kalau pakai punya Honda Mega Pro series, karena sebelumnya memakai perangkat pengapian motor lain, rpm/putaran mesin atasnya masih kurang maksimal. “Pada motor injeksi ini kalau diubah manual, dipastikan lampu control engine di panel spidometer menyala, kaerna ada beberapa bagian yang tidak difungsikan,” terangnya.

Setelah utak-atik, Bejo pun mencoba motor yang sudah berubah dari injeksi menjadi karburator miliknya itu. “Dibanding sebelumnya, tarikan motornya lebih kenceng pakai sistem karburator, dan powernya pun full, nggak ada ngemposnya,” aku cak Bejo. (irw/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *