DD 2018 Tahap Pertama Cair, Desa Bener Madiun Fokus Pembangunan Drainase

by
Sukidi, Kepala Desa Bener, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. (FOTO: S,RUD)

MADIUN, FaktaNusantara.com – Kerapkali terjadi genangan air ke pemukiman warga dan jalan saat musim hujan, Pemerintah Desa (Pemdes) Bener, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, memfokuskan pada pembangunan drainase. Saat ini, pembangunan tersebut berlangsung dengan menggunakan Dana Desa 2018 tahap pertama.

“Saat ini, Dana Desa tahun 2018, sepenuhnya digunakan membangun drainase, nanti wacananya tiap Dusun diprioritaskan pembangunan drainase, seperti Dusun Siwalan, Dongdang, Blorok, Mboto dan Dusun Bener,” jelas Sukidi, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/5/2018).

Menurutnya, pembangunan drainase tersebut bermanfaat bagi sistem perairan di desanya. “Harapannya, biar desa ini tambah maju dan tak ketinggalan dengan lainnya,” harap Kades yang sudah menjabat 2 periode ini.

Kades Sukidi menyebut, DD yang cair, selanjutnya diserahkan ke pos-pos yang sudah dirancang melalui Musyawarah Desa (Musdes) sebelumnya. Kemudian, dilaksanakan sesuai tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) masing-masing. Tak heran, jika selama 2 periode memimpin, Kades Sukidi terbilang cekatan dan selalu mementingkan pembangunan desanya.

“Untuk Ketua TPK yakni Samino dan pelaksana teknis bernama Sutrisno. Kedua orang tersebut, saya percayai merealisasikan pembangunan infrastruktur di desa ini secara baik dan akuntabel. Mereka juga berkomitmen dengan saya, akan melaksanakan sepenuh hati,” kata Sukidi.

Sukidi merinci, DD tahap pertama 2018 untuk pembangunan drainase Dusun Blorok RT 16 dengan volume panjang 67 meter, tinggi 70 cm plus plat deker dengan bahan batu gebal, yang saat ini sudah 100 persen rampung. Selanjutnya, pembangunan drainase Dusun Siwalan RT 14 dan RT 25 Desa Bener dengan volume panjang 200 meter, tinggi 70 cm, yang saat ini pembangunannya masih berlangsung, dan mencapai 30 persen.

“Benar, dalam Musdes lalu, telah disepakati untuk tahun 2018 fokus pembangunan drainase dulu. Kalau jalan yang didahulukan, takutnya cepat rusak. Mumpung tenaga kerja masih mudah didapat, karena sebentar lagi lebaran dan panen,” terangnya.

Pihaknya juga mengatakan, dengan sistem padat karya, masyarakat lebih diuntungkan karena ikut terlibat dalam pembangunan proyek sesuai dengan kebutuhannya. Iya, pekerjanya dari warga desa sini. Tukangnya, ada yang luar desa. Mereka senang karena terlibat. Jadi, ada rasa memiliki juga,” kata Sukidi.

Sukidi menambahkan, adanya program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap) di Desa Bener, mampu menggerakan perekonomian masyarakat. Selain itu, juga meminimalisasi konflik pertanahan yang sering terjadi selama ini.

“Memang, program PTSL dari BPN disambut antusias warga. Desa Bener mendapat 200 bidang. Meski tu terkecil di Kecamatan Saradan. Karena lainnya 400 sampai 600 bidang. Maklum, sebelumnya program SMS di Desa Bener sukses, jadi memang habis tinggal itu. Saya nggak ikut campur urusan uang. Semua dikelola Pokmas dan pemohon,” terangnya. (s.rud/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *