Cegah Kerusuhan Pilkada, Polresta Probolinggo Datangkan Water Cannon

by
Kendaraan water cannon, yang dimiliki Polres Probolinggo Kota. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Jika di jalanan melihat kendaraan Water Canon, jangan beranggapan, kendaraan tersebut milik Polda Jatim. Kendaraan berukuran besar yang kaca depannya diamankan dengan kawat itu, ternyata milik Polres Probolinggo Kota. Belum percaya, di bagian belakang sisi samping kanan dan kirinya, ada tulisan Polres Probolinggo Kota.

Kendaraan yang jarang dilihat di jalanan Kota Probolinggo itu, kini bisa dilihat di depan Mapolresta. Mengingat, tempat parkirnya belum selesai dibuat, kendaraan bercat abu-abu kehitaman tersebut, diparkir di pinggir jalan dr Saleh, sisi timur. Jika garasinya sudah selesai, maka mobil yang di dalamnya berisi air itu, bisa dilihat di halaman Mapolresta sisi timur yang berdekatan dengan Klinik Polresta.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal, Minggu (1/4/2018) siang membenarkan, kalau polres yang dipimpinnya, kini memiliki kendaraan pemukul unjuk rasa (demo). Disebutkan, kendaraan yang didisain kendaraan perang tersebut bernama Water Cannon yang datang dua pekan lalu. Kendaraan penyemprot kerumunan massa itu, dikirim Polda, setelah pihaknya mengajukan proposal permintaan. “Ya, memang kami yang minta. Kok dikabulkan,” katanya.

Menurutnya, hanya dua Polres di lingkungan Polda Jatim yang diberi kendaraan seperti itu. Saat ditanya Polres mana saja, Alfian tidak menyebut nama polres, lantaran ia lupa. Saat ditanya, Polresta dikabulkan permohonannya, lantaran wilahyahnya masuk daerah rawan atau zona merah saat Pilwali nanti. Kapolresta mengatakan, kemungkinan bisa saja. “Kemungkinan ya. Tapi mudah-mudahan di Pilkada serentak nanti, kondusif,” harapnya.

Mengingat, pihaknya sudah dan masih berlangsung melakukan tindakan pencegahan atau persuasif menjelang pesta rakyat pada 27 Juni nanti. Salah satu caranya, tidak bosan-bosannya melakukan sosialisasi terhadap warga, lembaga. Serta melakukan pendekatan terhadap tokoh masyarakat, agama dan tokoh partai politik. “Banyak yang kita lakukan. Ya mencegah aksi anarkis seperti Pilwali sebelumnya, tidak terjadi,” katanya.

Selain langkah pencegahan, pihaknya nantinya akan meminta penambahan personil ke Polda. Pihaknya juga telah menyiapkan kendaraan barrier untuk pencegahan bentrok antar pendukung atau massa yang mencoba memasuki daerah steril. Kendaraan barrier tersebut akan memasang kawat berduri sebagai pembatas massa.

“Kalau mobil barrier, sudah lama kita punya. Kendaraan pengangkut kawat berduri, untuk menahan gerakan massa,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *