Bupati Sidoarjo Resmikan Jembatan Penghubung Dua Dusun di Desa Sidomulyo

by
Bupati Sidoarjo Saiful Illah saat meresmikan jembatan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian dengan menggunting pita.

SIDOARJO, FaktaNusantara,com – Warga Desa Sidomulyo akhirnya bisa tersenyum dan bernafas lega, dengan dibangunnya jembatan yang menghubungkan dua dusun di desa setempat. Betapa tidak, sebelum jembatan gantung itu dibangun, warga setempat terpaksa harus memutar dengan jarak tempuh yang jauh.

Jembatan penghubung Dusun Patuk dengan Dusun Patuk Pulo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo itu, akhirnya diresmikan Bupati Sidoarjo, H Saiful Illah, pada Jumat (29/12/2017) kemarin. Tampak hadir dalam peresmian itu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo, jajaran Forkopimka Krian, serta beberapa anggota DPRD Sidoarjo.

“Dengan adanya jembatan ini, masyarakat tak perlu lagi menyeberang sungai dengan perahu tambang saat hendak ke kantor desa atau ke kantor kecamatan. Sekarang bisa ditempuh dengan naik sepeda motor, atau roda tiga,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Tak hanya itu, lanjut Bupati, adanya jembatan tersebut, kini masyarakat tak perlu lagi menempuh jalan memutar dengan jarak tempuh yang jauh, apalagi akan terjebak macet di Legundi, Gresik.

“Tak perlu lagi menempuh memutar lewat Gresik dengan rute Legundi kemudian ke Sidomulyo. Tapi sekarang bisa langsung lewat area Sidoarjo,” guraunya.

Menurut Bupati Saiful, tak hanya sebagai akses menyeberang saja untuk menghemat waktu dan serta menyingkat jarak tempuh. Di area jembatan tersebut akan dibuat destinasi wisata baru di Sidoarjo, berupa kuliner khas Sidoarjo sekaligus menjadi spot selfie.

“Dengan begitu, diharapkan akan mampu mendokrak perekonomian warga desa Sidomulyo,” kata orang nomor satu di Sidoarjo ini.

Sementara Kepala Desa Sidomulyo, Kunadi mengaku sangat terbantu dengan dibangunnya jembatan tersebut. “Alhamdulillah, sekarang masyarakat bisa lega dengan adanya jembatan ini. Sekarang cukup lewat jembatan dan tidak perlu memutar,” katanya.

Menurutnya, pembangunan jembatan gantung yang membentang diatas sungai yang menghubungkan dua dusun ini, dibangun dengan lebar 2 meter dan panjang 64 meter, sumber dananya diambil dari APBN sebesar Rp 328.427.192, APBDes sebesar Rp 8.850.000, Swadaya material senilai Rp 180.000, dan swadaya masyarakat berupa tenaga kerja senilai Rp 6.600.000,

Dikatakannya, melalui Program Pengembangan Insfrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PASIEW) secara umum adalah menyediakan atau meningkatkan insfrastruktur dengan pendekatan partisipasi masyarakat dalam skala kawasan untuk meningkatkan sosial ekonomi wilayah. (irw/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *