Bupati Sidoarjo Cabut Laporan dan Maafkan Pelaku Ujaran Kebencian di Facebook

by
Bupati Sidoarjo (kiri) menyalami, sekaligus memaafkan dan mencabul laporannya kepada pelaku ujaran kebencian di Medsos Fecebook Nur Slamet, pada Konferensi Pers di Mapolresta Sidoarjo. (FOTO: IRW)

SIDOARJO, FaktaNusantara.com – Menjadi sasaran ujaran kebencian di Media Sosial (Medsos) Facebook, Bupati Sidoarjo, Saiful Illah akhirnya mencabut laporannya di Mapolresta Sidoarjo. Tak hanya mencabut laporan, Bupati Saiful juga memaafkan Nur Slamet (53) pelaku ujaran kebencian di Medsos, yang tinggal di Jalan Panggung 56, Desa Buduran, Kabupaten Sidoarjo, sekaligus pemilik akun Facebook Nur Tehe.

“Saya atas nama pribadi dan keluarga saya, secara resmi meminta maaf kepada Bapak Bupati Sidoarjo H Saiful Illah,” kata Nur Slamet, saat membacakan permintaan maafnya yang ditulisnya, lengkap dengan materai, saat konferensi pers di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (18/5/2018) pukul 09.30 WIB.

Wakapolresta Sidoarjo, AKBP Pasma Royce mengatakan, pelaku meminta maaf secara terbuka kepada Bupati Saiful Illah, lantaran dirinya diduga melakukan pencemaran nama baik, dan ujaran kebencian di Facebook melalui pelaku bernama Nur Tehe. “Pelaku diduga melakukan pencemaran nama baik Bupati Saiful Illah, lewat kolom komentar Fanspage E100ss,” kata AKBP Royce.

Dijelaskan Wakapolresta, peristiwa tersebut terjadi sekitar tanggal 23-24 Maret 2018. Saat itu, E100ss lewat akun Facebook-nya, memposting jika Walikota Surabaya Tri Rismaharini hari ini akan mendapat penghargaan. “Nah, saat itu banyak komentar terkait hal ini,” sambungnya.

Bukannya berkomentar santun, lanjut Wakapolresta, akun Facebook bernama Nur Tehe ini menulis komentar bernada ujaran kebencian di postingan E100ss tersebut.

“Mestinya bundaran Waru, Aloha, Gedangan, Sruni, Buduran, Sidoarjo Kota, pembangunane ndang dimarekno skala prioritas… Iki wes puluhan tahun berkutat karo macet… dasar Bupati Sidoarjo Guoobloook jiaancuuuk’an, mbok yo niru bu Risma top markotop pembangunane,” papar AKBP Royce membacakan komentar akun Nur Tehe tersebut kepada awak media.

Komentar tersebut, membuat Bupati Saiful Illah melaporkan pemilik akun Nur Tehe tersebut. Selang beberapa waktu, polisi berhasil mengungkap pemilik akun itu, yakni Nur Slamet. Hingga dilakukan proses hukum.

Namun, Bupati Saiful dalam jumpa pers Jumat itu, memaafkan Nur Slamet dan mencabut laporannya di Satreskrim Polresta Sidoarjo. Asalkan, pelaku tidak mengulangi perbuatannya.

“Saya atas nama pribadi dan mewakili masyarakat Sidoarjo, memaafkan dan mencabut aduan ini dari Satreskrimum Polresta Sidoarjo kepada saudara Nur Selamet atau Nur tehe. Tapi jangan diulangi lagi lho ya,” kata Bupati Saiful Illah.

Bupati juga meminta agar pengguna Medsos, bijak dalam memposting atau berkomentar di Medsos. Meski, di era saat ini, semua orang bisa bebas berekspresi dan berpendapat. Namun, harus tetap berpegang pada aturan yang berlaku.

“Berhati-hatilah dalam menggunakan jejaring sosial. Kita bebas berekspresi dan berpendapat, tapi pada sasaran yang tepat. ojo angger ngomong ae (Jangan asal bicara, red). Misalnya saya teruskan masalah ini, apa nggak ndekem ndok penjara sampean (apa nggak masuk di penjara anda,” kata Bupati kepada Nur Slamet. (irw/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *