Berawal Cemburu, 6 Remaja Pelaku Pengeroyokan di Jombang, Ditangkap

by
Pelaku pengeroyokan saat diamankan di Polsek Diwek.

JOMBANG, FaktaNusantara.com – Enam pelajar yang melakukan pengeroyokan terhadap 3 pelajar di sekitar Rusunawa, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akhirnya berhasil diciduk petugas dari Polsek Diwek, dengan waktu dan tempat yang berbeda, Sabtu (9/6/2018) malam.

Keenam pelaku yang berhasil diamankan, diantaranya MRH (14) pelaku utama, MFR (17) KG (14), MAJ (17), serta AFP (17) dan MMP (14). Sebelumnya, aksi pengeroyokan mereka, sempat terekam video amatir dan viral di Media Sosial (Medsos).

“Kejadiannya pada Kamis (7/6/2018) siang, sekitar pukul 11.00 WIB. Tapi viral di Medsos pada Sabtu (9/6/2018,” kata AKP Bambang Setyobudi Kapolsek Diwek.

Sementara Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyabudi mengatakan, aksi pengeroyokan yang dilakukan remaja tersebut, berawal dari kecemburuan pelaku utama berinisial MRH (14) warga Desa Kwaron Kecamatan Diwek. MRH cemburu terhadap EG (15), (korban, red), karena dianggap chating mesra dengan sang pacar ARM (15) bocah SMP di Kecamatan Diwek, melalui aplikasi percakapan WhatsApp.

Pelaku mengetahui adanya chat antara EG dan ARM yang berbau romantis. Tak terima kekasihnya digoda pelaku melalui dunia maya, pelaku berusaha menghubungi korban untuk bertemu.

“Nah, korban yang tak merasa bersalah, akhirnya menuruti keinginan pelaku bertemu di By Pass Kecamatan Mojoagung. Setelah pelaku bersama 5 rekannya yang lain sudah disana, korban justru sulit dihubungi. Akhirnya pelaku, kembali meminta korban untuk menemui pelaku di Rusunawa lokasi pengeroyokan,” ujar AKP Gatot, Senin (11/6/2018).

Di lokasi tersebut, korban dan pelaku akhirnya bertemu. Emosi yang sudah terpendam tersulut, saat salah satu teman pelaku menendang korban dengan keras, sontak saja, 5 pelaku lain ikut mengeroyok ketiga korban tersebut.

“Disitu, ARM beserta temannya BRT (16), menyaksikan pengeroyokan yang dilakukan pacarnya sendiri. Tanpa diduga, BRT yang memegang handphone merekam peristiwa main hakim sendiri tersebut, hingga tersebar di media sosial,” terang AKP Gatot.

Akibat tendangan dan pukulan keenam pelaku, ketiga korban mengalami memar di sekujur tubuhnya. Bahkan, satu korban lainnya, mengalami luka di bagian kepala, akibat pukulan keras para pelaku pengeroyokan. (ari/rief)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *