Beras Disertai Kaos Bergambar Paslon Nganjuk Nomor 1, Beredar Jelang Lebaran

by
Beras yang dibungkus kantong plastik berstiker zakat harta dan shodaqoh, serta kaos bergambar Paslon Nganjuk nomor urut 1, yang diterima warga Dusun Kentong, Desa Kedungsuko Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, jelang lebaran.

NGANJUK, FaktaNusantara.com – Dayat (50) warga Dusun Kentong, Desa Kedungsuko Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, terpaksa melaporkan adanya pembagian beras, disertai kaos bergambar salah satu Paslon (pasangan calon) Bupati/Wakil Bupati Nganjuk, ke Panwaslu Kecamatan Sokomoro, Selasa (12/6/2018) sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut Dayat, dirinya melaporkan pembagian beras tersebut, lantaran sarat muatan politik dengan memanfaatkan momen bagi-bagi zakat fitrah dan maal, jelang Hari Raya Idul Fitri. Menurutnya, nuansa mencari dukungan warga di dusun tersebut, sangat kental. Pasalnya, pembagian tersebut juga mendekati pencoblosan pada 27 Juni 2018 mendatang.

Dirinya mengaku, pembagian beras disertai kaos paslon tersebut dilakukan relawan Paslon nomor urut 1, yakni Novi Rahman Hidayat – Marhaen Jumadi, pada Senin (11/6/2018) sekitar pukul 15.00 – 16.00 WIB, kepada sejumlah warga Dusun Kentong,

“Mereka membawa kantong plastik berisi beras, kira-kira seberat 2,5 kilogram, dan kaos bergambar Paslon nomer urut satu. Kemudian dibagikan kepada semua warga Dusun Kentong. Malah relawan tersebut juga memakai kaos bergambar Paslon Novi-Marhaen,” ungkapnya.

Sementara Ketua Panwaslu Kecamatan (Panwascam) Sukomoro, Tristiawan, membenarkan adanya laporan dugaan pembagian beras zakat dan kaos bergambar Paslon tertentu, kepada warga.

“Benar, kami telah menerina laporan beredarnya zakat dan kaos Paslon tertentu dari warga. Namun, kami belum mengetahui secara pasti isi dari bungkusan plastik tersebut,” katanya.

Salah satu komisioner Panwascam Sukomoro, Gemmy Bagus mengatakan, meski pihaknya sudah menerima barang bukti. Namun, laporan terebut masih perlu dikaji lebih dulu. Dengan begitu, pihaknya minta waktu terkait hal ini.

“Kita butuh waktu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena kami juga harus berkoordinasi dengan Panwaslu Kabupaten,” tegasnya. (sis/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *