Belasungkawa Atas Meninggalnya 6 Polisi, Warga Probolinggo Bubuhkan Tanda Tangan

by
Warga tampak membubuhkan tanda tangan, sebagai turut berduka cita atas meninggalnya 6 anggota Brimob yang gugur dalam aksi kerusuhan dengan tahanan teroris di Mako Brimob, Depok beberapa hari lalu, Minggu (13/5/2018). (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Ada yang tidak seperti biasanya di Alun-alun Kota Probolinggo. Sejumlah pengunjung, Minggu (13/5) pagi berkerumun di depan pintu masuk Alun-alun. Setelah didekati dan dilihat, ternyata mereka membubuhkan tanda tangan di selembar banner berukuran 1,5 x 4 meter.

Diatasnya, tertulis turut berduka cita atas meninggalnya 6 anggota Brimob yang gugur dalam aksi kerusuhan dengan tahanan teroris di Mako Brimob, Depok beberapa hari lalu. Di spanduk tersebut juga tertera foto 6 Anggota Brimob yang menjadi korban, lengkap dengan pangkatnya.

Ratusan pengunjung pasar tugu (Sabtu-Minggu) ikut membubuhkan tanda tangan. Tua- muda, laki dan perempuan turut dalam aksi pengumpulan tanda tangan yang diprakarsai Polres Probolinggo Kota tersebut. Mereka tanpa diminta, melakukan tanda tangan dengan spidol yang disediakan panitia. Saking banyaknya, 2 banner atau spanduk 1,5 x 4 meter yang disediakan Polresta, penuh. Bahkan, ada pengunjung yang hendak membubuhkan tanda tangan yang dilengkapi nama itu, tidak kebagian.

Mereka tidak perlu diminta dan diajak, setelah tahu ada pengumpulan tanda tangan, mereka dengan sukarela melakukan hal tersebut. Salah satunya adalah Sri Herawati, warga Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan. Ibu muda yang bersama anaknya ini mengaku, terketuk hatinya. Spidol yang dipinjami petugas, kemudian ditorehkan ke spanduk yang berdiri di depannya.

Hal itu dilakukan, sebagai bentuk simpati dan kepedulian terhadap 6 Anggota Brimob yang telah mengorbankan nyawanya saat melawan tahanan teroris. Sri, begitu biasa dipanggil, tidak takut dengan terorisme. Ia meminta dan berharap ke pemerintah untuk menumpas terorisme, agar masyarakat bisa hidup tenang.

“Mereka yang gugur, membela dan mempertahankan negara dari rong-rongan teroris. Jangan biarkan teroris bercokol di negeri ini,” harapnya.

Sementara itu, Wakapolresta, yang turut memantau pelaksanaan pengumpulan tanda tangan mengatakan, apa yang dilakukan institusinya sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan. Mereka telah berjasa kepada negara dan masyarakat dengan melawan teroris. Terhadap tanda-tangan yang dikumpulkan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal.

“Kami akan berkoordinasi dengan bapak Kapolresta. Belum tahu, mau dibawa kemana tanda tangan itu,” tandasnya singkat. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *