Bangun Beri Makan dan Tidur Lagi, Sapi Milik Warga Pakistaji Hilang Dicuri Maling

by
Matroji (28) bersama istrinya, warga RT 1 RW 5, Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, saat di kandang sapi miliknya yang hilang dicuri maling. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Aksi pencurian hewan (Curwan) di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota, tidak kian mereda, bahkan cenderung meningkat. Selasa (8/5/2018) dini hari, seekor sapi milik Matroji (28) dicuri. Sapi warna hitam milik warga RT 1 RW 5, Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo ini, diketahui tidak ada dikandangnya pada pagi, sekitar pukul 05.00 WIB.

Sedang dua ekor sapi yang ada di kandang yang sama, tidak dibawa serta. Dimungkinkan, karena ukurannya lebih kecil dan jika dijual laku murah. Sementara sapi yang dibawa kabur kawanan pencuri, jika dijual laku sekitar Rp 17 Juta. Meski pihak keluarga korban dan tetangga mencari kemana-mana, belum ditemukan. Bahkan jejak sapi yang diikuti, menghilang alias tidak kelihatan.

Siti Romla (26) istri Matroji saat dijumpai di kediamanya menjelaskan, sekitar pukul 02.00 WIB, suaminya memberi pakan sapinya dan masih ada di kandangnya. Kemudian ia bersama suaminya, tidur lagi dan bangun sekitar pukul 05.00 WIB. Sapinya diketahui hilang saat Romla hendak menanak nasi. Ia terkejut, sapi yang awalnya berjumlah tiga ekor, tinggal dua.

“Pintu kandang terbuka. Sapi yang paling besar diambil, yang kecil tidak. Kalau dijual mungkin laku Rp 17 juta,” terangnya, Selasa pagi.

Tahu sapinya hilang, ia membangunkan suaminya dan mengikuti jejak sapi bersama tetangganya. Mereka tidak melanjutkan pencarian, setelah jejak kaki hilang atau tidak kelihatan. Selanjutnya, pukul 06.30 WIB, Matroji melapor kehilangan sapi ke Mapolsek Wonoasih. Anggota Polsek kemudian mendatangi TKP guna melakukan olah TKP dan memintai keterangan ke korban dan tetangga korban.

Kapolsek Wonoasih, Kompol H Sukatno saat di Mapolsek membenarkan, kalau warganya kehilangan sapi dan sudah melapor. Menurutnya, anggotanya sudah menindaklanjuti laporan tersebut dan akan mengaktifkan patroli malam keliling desa.

“Wilayah kami memang sapi yang diambil dan diincar. Mayoritas penduduknya kan punya sapi. Kami tingkatkan patroli malam keliling desa,” ujarnya.

Sukatno kemudian menjelaskan, kalau di wilayahnya ada beberapa titik rawan curwan. Diantaranya, Kelurahan Sumber Wetan, Kareng Lor, Pakestaji dan Kelurahan Kedunggaleng. Meski anggotanya kurang, ia berupaya menekan angka pencurian hewan sapi dan kambing.

Sukatno tidak memungkiri, kalau pelaku lebih pintar. Saat patroli difokuskan di Sumber Wetan misalnya, yang kebobolan Kelurahan Pakistaji. “Kami sering kecolongan. Kita tetap berupaya keras untuk menekan angka curwan,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *