Atasi Kekeringan di Musim Kemarau, Desa Banyukambang Madiun Bangun Sumur Sibel

by
Kades Banyukambang, Tukiran, dan Kasun Yudi Winarno saat berada di sumur Sibel yang dibangun menggunakan Dana Desa Tahap Pertama. (FOTO: S.RUD)

MADIUN, FaktaNusantara.com – Pembangunan sumur sibel (pompa submersible) merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Banyukambang, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Pembangunan sumur sibel tersebut, diharapkan memberi manfaat kepada masyarakat di saat musim kemarau.

Kepala Desa (Kades) Banyukambang, Tukiran, melalui Kasun Yudi Winarno mengatakan, sumur sibel (pompa submersible) ini dibangun dari Dana Desa (DD) tahap pertama dengan anggaran Rp 125 juta. Pembangunannya sudah selesai 3 bulan yang lalu. Sumur sibel dibangun, untuk mengatasi pengairan sawah, yang kerap terjadi kendala pada musim kemarau.

“Momen ini sangat pas sekali. Pas kemarau, sumur sibel sudah siap beroperasi. Otomatis, sawah bisa terairi air dengan baik. Kami berharap, sumur sibel yang dibangun dari DD tahap pertama ini, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah masyarakat,” katanya, di lokasi sumur sibel, Selasa (5/6/2018).

Untuk itu, ia meminta pihak BUMDes, sebagai pengelola sumur sibel ini, dapat digunakan dengan baik. “Kami berharap sumur sibel ini terus dirawat. Sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Banyukambang. Karena sumur sibel ini sangat menolong. Seandainya tidak ada sumur sibel ini, bingung kita pasokan untuk pengairan sawah pada musim kemarau,” ujarnya.

Sumur sibel yang dibangun pihak Pemdes Banyukambang, dan dikelola pihak BUMDes ini, disewakan Rp 35 ribu per jamnya. Disewakan, lantaran untuk biaya perawatan dan lainnya demi keberlangsungan sumur sibel kedepan. Sebab, warga yang dulunya susah mendapat air untuk mengairi sawah di saat musim kemarau, kini tidak kesulitan lagi, dengan ada sumur sibel.

“Sangat menolong sekali bagi petani. Karena biasanya musim kemarau seperti sekarang, susah pengaiaran untuk sawah. Dan sekarang, Alhamdulillah bisa terairi semua persawahan di RT 6 ini,” ungkap Yudi.

Selain pembangunan sumur Sibel, Dana Desa tahap kedua, rencananya digunakan untuk pembangunan drainase RT 1, 2, 3 dan RT 9, serta pavingisasi RT 9 yang tembus RT 11.

Sementara infografis APBDesa 2018, pendapatan Desa Banyukambang sebesar Rp 1.501.489.322. Dari anggka tersebut, didapat dari Pendapatan Asli Desa (PADesa) Rp 287.164.763, Dana Desa sebesar Rp 687.693.000, Bagian dari hasil pajak dan retribusi daerah Kabupaten sebesar Rp 18.270.000, Alokasi Dana Desa (ADD) sejumlah Rp 402.376.000, Bantuan Keuangan (BK) Kabupaten sebesar Rp 100.000.000, dan Silpa Rp 5.985.559.

Untuk alokasi Belanja yakni sebesar Rp 1.501.489.322, yang dibagi menjadi 4 pos anggaran. Yakni, Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan sebesar Rp 712.209.303, Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa sejumlah Rp 679.708.019, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa sebesar Rp 11.500.000, dan Bidang Pemberdayaan Masyarakat sejumlah Rp 98.000.000. (s.rud/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *