Antisipasi Terorisme, Mapolresta Hingga Pos Pantau Ditambah Pengamanan

by
Pos pantau Lalin di Ketapang, Kota Probolinggo, tampak diberi karung berisi pasir secara berumpuk, guna antisipasi serangan teroris. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Rupanya, ancaman bom, belum mereda di Kota Probolinggo. Sejumlah warga, bahkan Polres Probolinggo Kota masih khawatir, pelaku teror berseliweran di wilayahnya dan siap meledakkan badannya atau melakukan bom bunuh diri. Karena itu, Polresta mengantisipasi serangan balasan dari para pelaku teror yang belum tertangkap.

Caranya, dengan mengamankan Mapolresta dan Mapolsek Jajaran serta Pos Pantau Lalu Lintas. Polresta menutup total akses masuk ke Mapolresta di sisi utara atau Jalan dr Muhammad Saleh. Sementara di Mapolsek jajaran dan Pos Pantau Lalu Lintas, petugas menumpuk sak atau karung plastik yang didalamnya berisi pasir dan tanah di depannya. Hal itu dimaksudkan, agar teroris yang hendak manabrakkan dirinya ke Mapolsek atau pos lantas, tidak bisa.

Seperti yang terlihat di Pos Pantau pertigaan Ketapang, Selain dijaga polisi, petugas menumpuk karung pastik berisi pasir dan tanah di depan pos. Hal itu dilakukan, untuk mengantisipasi serangan balasan teroris dengan menabrakkan dirinya ke pos pantau. Dengan adanya portal atau pengaman seperti itu, upaya menabrakkan diri, terhalangi. Sehingga jika teroris memaksa, bom akan meledak, jauh dari pos pantau.

Kapolres Kota AKBP Alfian Nurrizal membenarkan, kalau pihaknya memperketat kembali penjagaan. Namun, apa yang dilakukan, bukan berarti akan ada serangan balik atau serangan balasan dari teroris. Karena pihaknya sudah mengantisipasi sebelumnya dengan mengamankan empat terduga teroris, pada Rabu (16/5/2018) hingga Jumat (18/5) lalu. “Saya rasa, itu hanya pengamanan saja. Kami yakin, tidak ada serangan lagi,” tandasnya

Ditambahkan, Pengamanan yang dilakukan tidak berlebihan, tetapi sesuai standar pengamanan yang berlaku. Tak hanya di Indonesia, bahkan menurutnya, di negara maju seperti Inggris di Eropa, juga melakukan hal yang sama. Beberapa hari pasca kejadian, petugas melakukan penjagaan di sejumlah tempat yang diperkirakan akan diserang balik.

“Antisipasi saja. Sesuai keterangan yang diperoleh dari empat terduga. Tempat yang akan diledakkan Mapolresta, Mapolsek, serta pos penjagaan lalu lintas. Ya kami perketat penjagaannya,” tambahnya.

Tentang pemasangan tumpukan karung plastik pasir, Kapolresta mengatakan, agar pelaku serangan bom bunuh diri terhalang. Mereka tidak bisa langsung menabrakkan diri ke pos pantau ataupun Mapolsek. Selain penghalang, Kapolresta menyebut, ada dua petugas bersenjata lengkap yang siap mengantisipasi, kalau ada serangan mendadak. Tak hanya itu, sejumlah polisi juga ditempatkan di tempat-tempat yang diperkirakan akan diserang dan diancanm. Ada juga petugas yang mobil atau berpindah satu tempat ke tempat lainnya.

Karena itu, Kapolresta meminta kepada masyarakat untuk tenang dan tidak takut dengan teroris, serta jangan mudah percaya pada informasi yang beredar di masyarakat dan di Medsos. Ia meminta masyarakat mempercayakan masalah penanganan dan antisipasi keamanan kepada pihak yang berwenang yakni, TNI dan Polri.

“Masyarakat tak perlu panik dan takut. Kalau ada pergerakan mencurigakan, segera hubungi petugas agar segera ditindak lanjuti. Kalau soal pengamanan percayakan ke kita (TNI dan Polri),” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *