Aneh, Gagal Tes Malah Dilantik Jadi Perangkat Desa Wonosari Pasuruan

by
Prosesi pelantikan perangkat desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, beberapa waktu lalu. (FOTO: AD)

PASURUAN, FaktaNusantara.com – Ada yang aneh pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Perangkat Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (4/4/2018) sekitar pukul 13.00 WIB lalu.

Betapa tidak, dari hasil tes calon perangkat desa setempat, ada 6 pendaftar yang dinyatakan lulus sebagai perangkat desa. Namun, ada 7 orang yang dilantik sebagai perangkat desa.

Data yang berhasil dihimpun, dari daftar hasil tes calon perangkat desa Wonosari, terdapat nama Fajar Candra Wardani yang gagal tes, namun ikut dilantik sebagai Kasi Pemerintahan. Fajar Candra Wardani, tidak dinyatakan lulus, sebab berada di urutan dua dengan perolehan nilai 347, atau di bawah nilai Indri Purwati, yang sama-sama mendaftar di formasi Sekdes.

Disitu juga tercatat, ada 4 pendaftar pada formasi Sekretaris Desa (Sekdes), 2 orang pada formasi Kaur Keuangan, 3 pendaftar di formasi Kaur Tata Usaha/Umum, dan 6 orang mendaftar pada Formasi Kasun (Kepala Dusun).

Hasilnya, Indri Purwati memperoleh nilai tertinggi yakni 363 pada formasi Sekdes. Untuk formasi Kaur Keuangan, Ida Fitriya dinyatakan lulus dengan nilai 353. Sedangkan Siti Nur Aisah mendapat nilai 347 pada formasi Kaur Tata Usaha/Umum. Dan selanjutnya 3 orang ditanyatakan lulus pada formasi Kasun, yakni Abdul Khamid dengan nilai 339, Khurotul Uyun 334, dan M Ali Mufti 258.

“Aneh saja, harusnya yang berhak menjadi Sekdes, ya yang dinyatakan lulus dengan perolehan nilai tertinggi, yaitu Indri Purwati. Tapi nyatanya, yang diangkat menjadi Sekdes adalah Ja’far Sodiq. Dia perangkat desa lama, dan tidak mengikuti tes. Selain itu, peserta yang gagal tes malah yang dilantik sebagai Kasi Pemerintahan. Sedangkan Indri Purwati, yang dinyatakan lulus pada formasi Sekdes, malah digeser jadi Kaur Kesra,” jelas salah seorang warga yang enggan namanya disebutkan ini, Kamis (9/5/2018).

Dirinya juga mempertanyakan dasar dilantiknya peserta yang gagal tes, namun menjabat Kasi Pemerintahan desa setempat. Selain itu, juga dasar pengangkatan Ja’far Sodiq sebagai Sekdes Wonosari.

“Jangan-jangan, ada skenario permainan besar dalam proses pemilihan perangkat desa Wonosari. Ya dugaannya, praktik sogok atau money politik antara Kades dengan calon perangkat yang gagal tes tapi dilantik jadi perangkat tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, ada 2 tes perangkat desa yang dilaksanakan, yakni tes pengoperasian komputer, dan tes tulis untuk 3 pengetahuan, yakni Pengetahuan Umum, Agama, dan Bahasa Indonesia. “Tes-nya berlangsung lancar, dan sesuai prosedur. Bahkan, hasil tes itu diumumkan oleh penguji. Tapi, kok bisa berubah, kan aneh,” papar sumber.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Kades Wonosari, Supriyadi tidak berhasil dikonfirmasi terkait hal ini. Upaya wartawan ini untuk menemuinya di kantor dan rumahnya, pihaknya tidak berada di tempat. Saat dihubungi ponselnya, ada nada masuk tapi tidak diangkat.

Sementara Camat Gondangwetan, Derajad saat dikonfirmasi via ponselnya, tidak banyak bicara. Pihaknya malah melempar hal ini pada yang bersangkutan alias Kades Wonosari. (ad/fn)

One thought on “Aneh, Gagal Tes Malah Dilantik Jadi Perangkat Desa Wonosari Pasuruan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *