Alasan Baru Mutasi, Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan Protokol, Dibiarkan

by
Kondisi sampah yang menumpuk di Jalan Protokol Kota Probolinggo. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Sampah daun dan batang pisang, menumpuk di trotoar jalan protokol Kota Probolinggo. Dikabarkan, sudah tiga hari sampah di pojok atau sudut toko Sedulur itu dibiarkan mengotori keindahan kota. Belum diketahui, siapa yang menumpuk sampah dedaunan dan batang pisang tersebut.

Lamanya tumpukan sampah tersebut, diakui Suhud (78) penjual es dawet, sebelah barat tumpukan sampah. Hanya saja, ia tidak mengetahui, siapa yang membuang sampah tersebut. Menurutnya, saat tiba di lokasi jualannya, sampah sudah ada. Disebutkan, jika diingat-ingat sampah tersebut sudah tiga hari menumpuk diatas trotoar sehingga mengganggu pejalan kaki.

Bapak yang tinggal di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran itu, menyayangkan ada warga membuang sampah di trotoar jalan protokol menuju Banyuwangi. Padahal, dirinya yang setiap hari berjualan di jalan yang sama, tidak pernah membuang sampah sembarangan.

“Saya gak berani buang sampah di sini. Kalau ada sampah pembeli, ya kami pilih dimasukkan ke kantong kresek,” tandasnya.

Ia berharap, Pemkot segera mengangkut sampah yang mengganggu pemandangan tersebut. Sarannya, Pemkot tidak perlu mencari siapa pembuangnya. Sebab, urusan tersebut tidak begitu penting. Sedang dirinya tidak memberitahukan ke petugas kebersihan, karena tidak punya kenalan dan tidak tahu kantornya. “Ya, diam saja. Tapi kalau ngeliat, risih juga sih,” pungkasnya.

Terpisah, kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang baru Budi Kristanto mengatakan, tidak memiliki kewenangan untuk berkomentar. Karena drinya belum dilantik menjabat Kepala DLH. Yang berwenang adalah pejabat sebelumnya yakni, Tutang Heru Aribowo.

“Benar saya sudagh dimutasi. Tapi kan saya belum dilantik. Saat pelantikan pejabat yang dimutasi kemarin, saya tidak ikut. Saya berada di luar kota sampai sekarang,” tandasnya, Senin (9/7/2018) petang.

Selain belum dilantik, dirinya belum serah terima jabatan (Sertijab) dengan Kepala DLH sebelumnya, Tutang Heru Aribowo. Karena belum dilantik dan serah terima, pria yang biasa dipanggil Budi Kris itu, belum ngantor. Rencananya, ia akan ngantor pertama pada Rabu (11/7/2018) besok.

“Kami belum bisa apa-apa. Makanya kami belum berani komentar soal sampah itu. Sampean tanya saja ke pak Tutang. Yang berwenang masih pak Tutang,” pungkasnya.

Sementara itu, Tutang mangaku sudah serah terima jabatan dengan Budi Kris. Usai sertijab, dirinya langsung ngantor di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Tutang dimutasi dari BLH ke kepala Disbudpar, bersamaan dengan Budi Kirs.

“Ya, pak Budi toh yang berhak komentar. Kan kami sudah Sertijab. Saya sekarang sudah kepala Disbudpar, bukan kepala DLH. Kepala DLH sekarang kan pak Budi,” katanya singkat. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *