4 Rumah di Perumahan Kelurahan Triwung Kidul, Disatroni Pencuri

by
Perumahan Green Safana Tiga, Jalan Galunggung, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Aksi pencurian di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota, terus bertambah. Kali ini, menimpa penghuni rumah di perumahan Green Safana Tiga, Jalan Galunggung, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Ada sekitaran 4 rumah yang dimaling di waktu berbeda.

Salah satu yang paling anyar, aksi pencurian di rumah Hasan (47) yang terjadi pada Rabu (25/4/2018) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Sepeda motor yang dipakai berjualan sate, dibawa kabur kawanan pencuri dari rumahnya. Tidak ada yang tahu pasti peristiwa pencurian tersebut, mengingat pemilik dan tetangganya tertidur pulas. Hasan mengetahui sepeda motornya tidak ada di garasi, sekitar pukul 04.00 WIB.

Menurutnya, motor matic bernopol N 5304 RO hilang diantara waktu tersebut, sebab dirinya tidur sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah bangun sekitar pukul 04.00 WIB, Hasan melihat kendaraan roda duanya, sudah tidak ada di tempat. Sedang pintu gerbang yang terbuat dari besi terbuka dan gemboknya rusak.

“Saya enggak dengar apa-apa. Setelah aku bangun dan keluar rumah, sepeda motor sudah tidak ada,” keluhnya, Kamis (26/4) pagi kemarin.

Korban yang lain di komplek perumahan yang sama, adalah Erwin Setyo Utomo (28). Pria yang masih menyendiri tersebut mengaku, rumahnya dibobol maling pada Sabtu (21/4/2018) sekitar diatas pukul 21.00 WIB. Aksi kawanan pencuri tersebut diketahui tetangganya, saat pulang ke rumahnya. “Kan rumah saya kosong. Saya tinggal pulang kampung. Kelahiran saya kan Sukodono Lumajang kota,” tandasnya.

Bujangan yang menjadi pengajar di SMKN 2 tersebut mengetahui kalau rumahnya dibobol maling, dari informasi tetangganya. Tidak diketahui, kawanan pencuri memasuki rumahnya, apakah dari jendela kamar atau jendela ruang tamu. Mengingat, 2 jendela tersebut ada bekas congkelan. Dari dua jendela itulah, pelaku masuk dan mengeluarkan barang-barang milik bujangan yang akrab disapa Erwin tersebut.

Disebutkan, akibat pencurian di rumahnya yang kosong itu, sejumlah barangnya hilang. Diantaranya, tabung elpiji berikut sama kompornya, pompa air dan 2 unit speaker aktif. Erwin juga menceritakan, kalau sebelum melancarkan aksinya pelaku minum-minuman keras di teras depannya. “Ada sisa botolnya. Sudah dibawa polisi. Kami kan laporan, terus ada petugas yang ke sini. Pulangnya bawa botol sisa miras,” pungkasnya.

Sementara itu, Achman Fauzan juga mengaku kemalingan. Meski barang yang hilang tak ada nilainya, namun ia resah dengan maraknya aksi pencurian di perumahan baru tersebut. Pria yang biasa dipanggil Fausan ini mengaku baju dan celananya, diambil maling. Ia berkesimpulan begitu, karena baju dan celananya, ditemukan di rumah Hasan, warga yang kehilangan sepeda motor. Baju tersebut oleh pencuri, dibuat alas rel pintu pagar agar kalau dibuka tidak berbunyi.

Sedang celananya, dibuat landasan saat pelaku menurunkan kendaraan yang dicurinya ke tempat yang lebih rendah. Fauzan menganggap pencuri berani, karena saat mencuri jemuran di halanman depan, dirinya dini hari itu tengah nonton siaran bola di televisi.

“Lah ya itu. Saya kok nggak dengar suara apa-apa. Padahal saya nonton TV di ruang tamu. Dan tidak tahu kalau setelah nyuri jemuran saya, pelaku nyuri sepeda motor pak Hasan,” tandasnya.

Ia juga menjelaskan, ada juga warga yang kehilangan pompa air. Pompa tersebut adalah milik Eko, tetangga dekatnya.

Dalam kesempatan itu, Fauzan dan warga yang lain meminta penerangan perumahan segera dipasang. Penerangan yang dipakai warga yang menghuni rumahnya saat ini, numpang alias menyalur dari listrik untuk pekerja. “Ini semuanya nyalur. Ya dikeroyok, hanya lampu depan saja. Di dalam rumah tidak ada,” tandasnya.

Saat ini, hanya tiangnya berdiri, sedang arusl listriknya belum disalurkan ke rumah-rumah. Ia dan warga yang lain berharap penerangan segera diselesaikan, agar lingkungan aman. Karena jika suasana gelap, aksi pencurian di lingkungannya tidak akan menurun.

“Kami berharap, lampu cepat bisa menyala. Kalau terang kan enak. Pelaku akan mencuri, masih mikir. Pagar juga harus diselesaikan. Kalau lingkungan kita dikelilingi pagar, aksi pencurian akan menurun,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *