379 Pengawas TPS Dilantik, Polresta Probolinggo Support Pengamanan

by
Usai dilaktik, sebanyak 379 Pengawas TPS di Kota Probolinggo, langsung mengikuti pembekalan. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Sebanyak 379 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (P-TPS), pada Selasa (5/6/2018) sekitar pukul 17.00 WIB, dilantik di gedung Pasebam Sena, jalan Suroyo Kota Probolinggo. Usai dilantik malam itu juga, usai shalat tarawih mereka wajib mengikuti acara pembekalan.

Prosesi pelantikan atau pengambilan sumpah janji dilakukan oleh Ketua Panwaslu setempat Suef Priyanto, disaksikan Walikota Hj Rukmini, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan perwakilan atau Timses Paslon Walikota dan Wakil Walikota, serta Timses paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Dalam pengantar pelantikannya, Ketua Panwaslu Suef Priyantomeminta mengatakan, P-TPS tunduk dan taat pada sumpah dan janji yang telah diucapkan. Selain itu, ia berharap P-TPS bekerja semaksimal mungkin, penuh dedikasi dan bertanggung-jawab.

“Awasi TPS dan catat bila mengetahui ada pelanggaran. Laporkan ke kami, jangan takut. Kalian semua sudah resmi menjadi pengawas TPS. Selamat bekerja,” pintanya.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal dalam pembekalan di depan ratusan P-TPS mengatakan, akan memback-up dan mensupport pengamanan di tiap TPS. Pihaknya akan menugaskan petugas pengamanan TPS berseragam dan berpakaian preman. Hanya saja, petugas Polresta tidak bisa standby berlama-lama di satu TPS. Mengingat keterbatasan personil.

Mereka akan mobile, berpindah dari satu TPS ke TPS lain, yang tentunya berdekatan. Tugasnya, menjaga dan mengawasi agar proses pencoblosan hingga penghitungan suara tetap aman.

“Kami akan mensupport pengamanan di setiap TPS. Petugas kami mobile tidak menetap di satu TPS. Support pengamanan lebih difokuskan terutama pada wilayah atau TPS rawan,” tandasnya singkat.

Sementara itu, Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Azam Fikri, dalam pembekalannya, meminta seluruh P-TPS melakukan pengawasan melekat pada TPS-nya. Selama bertugas, P-TPS tidak boleh meninggalkan lokasi pencoblosan hingga penghitungan suara selesai. P-TPS juga bertugas mengawal dan mengawasi kotak suara hingga ke kantor kecamatan. “Itu tugas utama kalian. Laksanakan dengan penuh tanggungjawab,” pintanya.

Usai dilantik, P-TPS bisa langsung bekerja. Salah satu pekerjaan awal yang harus dikerjakan adalah melakukan identifikasi dan pemetaan di sekitar TPS, tempatnya bertugas. Dengan berpedoman dan pengalaman pemungutan suara pada pemilihan sebelumnya. Jika hal tersebut dikuasai, maka P-TPS sudah bisa mengantisipasi pelanggaran yang akan terjadi.

“Pemetaan dan identifikasi itu, penting. Dari sanalah kita mengetahui situasi dan kondisi yang akan terjadi saat pencoblosan,” tandasnya.

Disebutkan, jumlah P-TPS sama dengan jumlah TPS seluruh Kota Probolinggo. Pihaknya berusaha mengambil pengawas yang tinggalnya berdekatan dengan TPS-nya. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah pemetaan, identifikasi dan pendekatan kepada calon pemilih.

“Pendekatan kekeluargaan itu lebih penting daripada pengawasan. Kalau kita dekat dengan calon pemilih, hal-hal yang tidak dinginkan, tidak akan terjadi,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *