12 Mahasiswa PTIK Teliti Biang Kemacetan di Legundi, Ini Solusinya

by
Mahasiswa PTIK saat diwawancarai wartawan.

GRESIK, FaktaNusantara.com – Kemacetan yang kerapkali terjadi di Simpang Empat Legundi, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, membuat Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), menerjunkan 12 mahasiswa PTIK, untuk men-survey biang atau penyebab dan mencari solusi kemacetan, Selasa (6/2/2018) siang.

Menurut Hemry Febrian, salah satu mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) yang menjadi anggota tim survey dari Mabes Polri, ada beberapa aspek penyebab kemacetan yang terjadi di Simpang Empat Legundi.

“Setidaknya ada 4 aspek penyebab kemacetan disini,” katanya kepada FaktaNusantara.com di Pos Polisi setempat.

Dijelaskannya, Pertama, akses jalan yang terlalu sempit, sehingga tidak mampu menampung kendaraan yang melintas. Kedua, jarak antara Trafic Light (TL) Simpang Empat Bypass Krian dengan Simpang Empat Legundi terlalu pendek, hanya berjarak 1,5 kilometer.

Ketiga, mayoritas kendaraan yang melintas di akses ini rata-rata kendaraan kelas berat. “Aspek selanjutnya, masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk tertib dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, karena masih ada yang suka menyerobot lampu TL dan melebihi stop line TL,” paparnya.

Dari aspek tersebut, lanjutnya, ada beberapa solusi agar kemacetan di Simpang Empat Legundi tidak lagi terjadi. Selain dengan rekayasa lalu lintas, juga perlu adanya pelebaran jalan. Salah satunya, dengan cara memasang box culvert di sepanjang drainase.

“Pelebaran jalan ini, mulai dari sebelah barat lampu TL atau dari arah Wringinanom (Desa Pasinan) kemudian belok kiri sampai pada jalan yang menuju Cerme. Sehingga kendaraan yang dari barat menuju utara, bisa langsung belok kiri menuju Cerme. Begitu juga yang dari arah Cerme menuju Driyorejo,” kata Hemry Febrian.

Sementara perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim, Eko Kusindiarto menambahkan, sambil menunggu akses Tol Gresik – Lamongan finish, pihaknya akan lakukan tindakan persuasif kepada masyarakat. “Agar polemik kemacetan ini bisa sedikit terurai, jadi ben gak nemen-nemen macete (Jawa: agar tidak terlalu macet,red),” ungkapnya. (irw/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *